News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Keberhasilan Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia: Terobosan Baru dalam Dunia Kedokteran

Azril Arham • Sabtu, 23 Maret 2024 | 22:42 WIB

 

Ilustrasi Dokter Berhasil Transplantasikan Ginjal Babi ke Manusia
Ilustrasi Dokter Berhasil Transplantasikan Ginjal Babi ke Manusia

RadarBangkalan.id - Untuk pertama kalinya dalam sejarah medis, tim ahli bedah di Massachusetts General Hospital, Boston, Amerika Serikat (AS), sukses melakukan transplantasi ginjal babi ke seorang pasien manusia.

Pasien tersebut adalah Rick Slayman (62), seorang pria asal Weymouth, Inggris, yang menderita gagal ginjal stadium akhir.

Operasi yang berlangsung selama empat jam pada Sabtu (16/3/2024) ini telah memberikan harapan baru bagi Slayman dan ribuan orang lain yang memerlukan transplantasi untuk bertahan hidup.

Menurut laporan dari Live Science, Slayman menyatakan bahwa operasi tersebut tidak hanya membantunya secara langsung, tetapi juga memberikan harapan bagi banyak orang yang membutuhkan transplantasi ginjal.

Riwayat penyakit Slayman mencakup diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi. Sebelumnya, dia telah menjalani dialisis selama tujuh tahun sebelum melakukan transplantasi ginjal manusia pada tahun 2018.

Namun, lima tahun kemudian, organ yang ditransplantasikan menunjukkan tanda-tanda kegagalan, memaksa Slayman untuk kembali menjalani dialisis pada tahun 2023.

Kepala divisi nefrologi di Massachusetts General Hospital, Dr. Winfred Williams, mengungkapkan bahwa Slayman harus menunggu antara 5 hingga 6 tahun untuk mendapatkan ginjal manusia, yang merupakan jangka waktu yang tidak memungkinkan bagi kelangsungan hidupnya.

Namun, sebuah kesempatan muncul ketika Slayman disarankan untuk menerima transplantasi ginjal babi.

Setelah mendiskusikan potensi risiko prosedur tersebut dengan dokternya, Slayman sepakat untuk menjalani operasi.

Transplantasi ini menggunakan ginjal babi yang telah dimodifikasi secara genetik oleh perusahaan bioteknologi bernama eGenesis.

Mereka menggunakan teknologi editing gen CRISPR untuk membuat organ babi yang kompatibel dengan manusia.

Melalui proses ini, tiga gen yang terlibat dalam pembuatan karbohidrat pada babi dimodifikasi, sementara tujuh gen manusia ditambahkan untuk mengurangi risiko penolakan organ.

Selain itu, mereka menonaktifkan potongan DNA virus yang dapat berpotensi merugikan manusia. Secara keseluruhan, 69 proses editing dilakukan pada DNA babi.

Untuk meminimalkan risiko penolakan, Slayman menerima dua perawatan berbasis antibodi dan obat penekan kekebalan tubuh sebagai bagian dari prosedur transplantasi.

Keberhasilan operasi ini memberikan harapan bahwa transplantasi semacam itu akan menjadi lebih umum di masa depan.

Dr. Williams menyoroti bahwa keberhasilan operasi Slayman adalah terobosan potensial dalam menangani permasalahan akses yang tidak setara terhadap transplantasi ginjal, terutama bagi pasien etnis minoritas.

Dengan potensi pasokan organ yang melimpah melalui teknologi ini, diharapkan kesetaraan kesehatan dapat tercapai, serta memberikan solusi bagi mereka yang membutuhkan ginjal yang berfungsi dengan baik.

Menurut United Network for Organ Sharing, lebih dari 100.000 orang di AS saat ini menunggu transplantasi organ, dengan tujuh belas orang meninggal setiap hari rata-rata karena keterbatasan pasokan organ.

Sebelum adanya transplantasi ginjal babi, beberapa percobaan telah dilakukan dengan organ babi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk percobaan menghubungkan ginjal ke tubuh donor organ yang mati otak dan transplantasi ginjal ganda pada pasien yang mati otak.

Meskipun demikian, keberhasilan transplantasi ginjal babi ini menandai langkah maju yang signifikan dalam dunia kedokteran modern.

Dengan demikian, terobosan ini bukan hanya membuka jalan bagi penanganan gagal ginjal, tetapi juga menawarkan harapan baru bagi ribuan orang yang memerlukan transplantasi organ untuk bertahan hidup.

Transplantasi ginjal babi bisa menjadi tonggak baru dalam dunia kedokteran, membuka pintu bagi solusi yang lebih luas terhadap masalah kekurangan organ dan kesenjangan akses dalam sistem kesehatan. ***

Editor : Azril Arham
#ahli bedah #dokter #ginjal #babi #manusia #transplantasi #kesehatan #kedokteran