RadarBangkalan.id - Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan tegas menyoroti bahwa serangan Iran terhadap Israel dianggap tidak proporsional.
Meskipun demikian, dalam konteks upaya mencegah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, Macron mengeluarkan permintaan kepada pihak Israel untuk menahan diri dalam merespons serangan tersebut.
Menurut laporan dari Al Jazeera pada Senin (15/4/2024), Prancis menegaskan komitmennya untuk menghindari situasi yang semakin memanas di wilayah tersebut.
Oleh karena itu, Macron secara terbuka meminta Israel untuk menahan diri dalam menanggapi serangan yang dilancarkan oleh Iran.
"Kami berkomitmen untuk melakukan segala yang kami bisa guna mencegah eskalasi yang lebih lanjut dan meyakinkan Israel bahwa tindakan balasan yang lebih agresif tidaklah diperlukan," ujar Macron dalam konferensi pers yang disampaikan kepada media Prancis.
Lebih lanjut, Prancis menegaskan bahwa mereka akan berdiri di samping Israel untuk memastikan keamanan negara tersebut.
Macron juga mengungkapkan niatnya untuk segera berbicara dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam waktu dekat guna membahas lebih lanjut tentang situasi ini.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Inggris, David Cameron, juga menekankan pentingnya bagi Israel untuk tidak merespons serangan tersebut secara agresif.
Menurutnya, fokus utama saat ini seharusnya adalah memastikan terjadinya gencatan senjata di Gaza.
"Mungkin di Israel saat ini, ada keinginan yang kuat untuk merespons serangan ini dengan tindakan keras, yang bisa dipahami sepenuhnya.
Namun, kami memohon agar konflik tidak diperparah," tutur Cameron dalam wawancara dengan Sky News.
"Iran pada akhirnya menjadi pihak yang merugi dalam situasi ini. Serangan mereka tidak mencapai hasil yang diinginkan, dan hal ini justru menunjukkan kepada dunia bahwa mereka merupakan kekuatan yang mengganggu di kawasan tersebut. Karena itu, harapan kami adalah agar tidak terjadi respons yang berlebihan dari pihak Israel," tandasnya. ***
Editor : Azril Arham