News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Dolar AS Makin Menguat Diatas Rupiah, Ternyata Ini Penyebabnya

Azril Arham • Selasa, 4 Juni 2024 | 02:55 WIB
Ilustrasi Dollar
Ilustrasi Dollar

RadarBangkalan.id - Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan penyebab utama melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Saat ini, mata uang Negeri Paman Sam masih bertengger di level Rp 16.200-an.

Destry menjelaskan bahwa penguatan dolar AS ini cenderung terjadi terhadap hampir seluruh mata uang dunia.

Salah satu faktor utamanya adalah inflasi di AS yang belum juga turun, sehingga menyebabkan suku bunga berada pada level tinggi.

"Di negara maju, inflasi mereka masih berada di atas target. Sementara di negara-negara emerging market, inflasinya sudah jauh lebih rendah." ujar Destry dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) dengan Komisi XI DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (3/6/2024).

"Kebijakan 'high for longer' tercermin dari inflasi tinggi, yang menyebabkan suku bunga kebijakan di masing-masing negara, khususnya di negara maju, akan dipertahankan tinggi dalam waktu yang lama," lanjutnya.

Destry juga menambahkan bahwa penguatan dolar AS ini menyebabkan yield UST bond tetap tinggi, yang pada gilirannya mendorong penguatan indeks dolar terhadap mata uang kuat negara lainnya. Kondisi ini berpotensi mendorong terjadinya outflow dari emerging market.

Ia menggarisbawahi bahwa penguatan dolar AS merupakan salah satu fenomena yang perlu diwaspadai.

Meski begitu, Destry menyebut bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar AS masih lebih baik dibandingkan dengan mata uang negara-negara lain.

"Memang Indonesia (rupiah) year to date mengalami pelemahan sebesar 3,86%. Namun, jika dibandingkan dengan peer group seperti Filipina, Korea, Thailand, dan Turki, depresiasi rupiah jauh lebih manageable dibanding negara-negara tersebut," ungkapnya.

Sebagai informasi tambahan, dolar AS awal pekan ini dibuka di zona merah. Mengutip data RTI, dolar AS berada di level Rp 16.239, melemah 1 poin atau 0,01%.

Hari ini, dolar AS dibuka pada level Rp 16.240 dengan level tertinggi Rp 16.254 dan level terendah Rp 16.239. Secara mingguan, dolar AS menguat sebesar 1,11%.

Secara bulanan, penguatan dolar AS tercatat sebesar 1,37%. Kemudian, dalam kurun waktu tiga bulanan, dolar AS menguat 3,2%.

Bahkan secara enam bulanan, dolar AS masih menunjukkan tren penguatan sebesar 3,2%.

 

Editor : Azril Arham
#rupiah #inflasi #rupiah melemah #dolar as #dollar #dolar