RadarBangkalan.id - Menjaga kesehatan tubuh sangat penting, dan salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan mengonsumsi buah dan sayur setiap hari.
Namun, untuk memastikan bahwa makanan tersebut aman dikonsumsi, mencuci buah dan sayur dengan benar adalah langkah yang krusial.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), satu dari sepuluh orang mengalami sakit akibat konsumsi makanan yang tidak aman.
Ini bukan hanya terkait dengan daging mentah, tetapi juga buah dan sayur yang tidak dicuci dengan baik dapat menimbulkan risiko kesehatan.
Mengapa Pencucian Buah dan Sayur Itu Penting?
Buah dan sayur bisa terkontaminasi oleh bakteri, pestisida, dan kuman dari tanah atau lingkungan sekitarnya.
Jika tidak dicuci dengan benar, potensi terjadinya infeksi atau penyakit meningkat.
Berikut adalah beberapa metode pencucian yang direkomendasikan oleh ahli mikrobiologi untuk memastikan buah dan sayur bersih dari kontaminan.
1. Pencucian Menggunakan Cuka
Menurut Primrose Freestone, Dosen Senior Mikrobiologi Klinis di University of Leicester, pencucian buah dan sayur dengan cuka dapat efektif mengurangi bakteri dan residu pestisida.
Anda dapat menggunakan cuka sulingan gandum, cuka sari apel, atau cuka anggur.
Campurkan setengah cangkir cuka dengan satu cangkir air, rendam buah atau sayur sambil diaduk sesekali selama dua hingga tiga menit. Setelah itu, bilas dengan air dingin segar selama satu menit.
Namun, perlu diperhatikan bahwa asam asetat dalam cuka dapat mengubah rasa dan tekstur buah, terutama pada buah lunak. Oleh karena itu, jangan merendamnya terlalu lama.
2. Pencucian Menggunakan Baking Soda
Baking soda adalah pilihan lain yang efektif untuk menghilangkan kuman dan pestisida dari buah dan sayur.
Campurkan sekitar 0,84 gram baking soda dengan 100 ml air (kurang dari enam sendok makan).
Perendaman selama 15 menit dengan larutan baking soda dapat menghilangkan hampir semua jejak pestisida.
Untuk mencuci buah dan sayur, gunakan satu sendok teh baking soda per cangkir air dingin dan rendam selama 15 menit sambil diaduk sesekali.
Namun, hindari merendam lebih dari 15 menit dan pastikan untuk membilas dengan baik, karena baking soda dapat merusak kulit buah-buahan dan sayuran yang halus serta mempengaruhi tekstur dan rasanya.
3. Pencucian Produk dengan Kulit Keras
Untuk buah dan sayur dengan kulit keras seperti kentang, ubi jalar, dan sayuran akar lainnya, gosok dengan sikat sayur hingga bersih.
Tomat dapat dibilas di bawah keran air selama sekitar 30 detik, sambil digosok perlahan dengan tangan.
4. Pencucian Sayuran Berdaun Hijau
Untuk sayuran berdaun hijau seperti selada, brokoli, kembang kol, kangkung, atau kubis, pisahkan daun atau kuntumnya, kemudian bilas satu per satu di bawah keran air.
Jangan lupa untuk menggosoknya dengan tangan selama satu menit. Buang daun luar yang rusak karena lebih mungkin terkontaminasi bakteri.
5. Pencucian Buah-Buahan
Untuk buah-buahan seperti apel dan mentimun, bilas dengan air dingin yang mengalir selama satu menit untuk menghilangkan kotoran, mikroba, dan lapisan lilin.
Buah dengan kandungan air tinggi seperti ceri, anggur, stroberi, dan buah beri lainnya lebih mudah rusak dan harus disimpan tanpa dicuci di lemari es.
Cuci hanya saat akan dimakan dan buang buah yang busuk atau berjamur sebelum menyimpannya.
Tips Tambahan:
- Buah dan sayur yang tidak langsung dimakan harus dikeringkan dengan tisu dapur untuk menghilangkan kelembapan dan mengurangi pertumbuhan kuman sebelum disimpan dalam wadah berpenutup di lemari es.
- Pastikan untuk membersihkan wastafel dapur, permukaan, dan peralatan sebelum mencuci dan menyiapkan buah dan sayur.
Meskipun mencuci buah dan sayur dengan benar dapat mengurangi risiko kontaminasi, tidak ada metode pencucian di rumah yang dapat menghilangkan atau membunuh semua kuman.
Untuk memastikan keamanan makanan, memasak dengan suhu di atas 60°C adalah cara terbaik. ***