News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Lansia 100 Tahun Meningkat, Jepang Perpanjang Usia Pensiun di Tengah Krisis Populasi

Azril Arham • Rabu, 18 September 2024 | 11:53 WIB
Ilustrasi Populasi Jepang Makin Memburuk
Ilustrasi Populasi Jepang Makin Memburuk

RadarBangkalan.id - Jepang saat ini sedang menghadapi tantangan besar dalam hal demografi.

Jumlah warga yang berusia lebih dari 100 tahun terus meningkat, bahkan mencapai 95 ribu orang.

Berdasarkan data pemerintah yang dirilis pada Selasa, 17 September 2024, hampir 90 persen dari mereka adalah wanita.

Fenomena ini menambah tekanan pada krisis demografi yang dihadapi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia.

Populasi Jepang semakin menua, sementara jumlah bayi baru lahir terus berkurang setiap tahunnya.

“Per 1 September, terdapat 95.119 warga yang berusia lebih dari 100 tahun, naik 2.980 dari tahun lalu. Dari jumlah itu, 83.958 adalah wanita dan 11.161 pria,” ujar Kementerian Kesehatan Jepang dalam pernyataannya.

 

Lebih lanjut, data pemerintah juga menunjukkan bahwa jumlah warga yang berusia di atas 65 tahun mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah, yaitu 36,25 juta orang, atau 29,3 persen dari populasi Jepang.

Dalam hal persentase lansia, Jepang berada di puncak daftar dari 200 negara dengan populasi lebih dari 100.000 orang.

Kondisi ini memperlihatkan betapa seriusnya tantangan yang dihadapi negara tersebut.

Selain itu, Jepang juga dikenal sebagai rumah bagi orang-orang tertua di dunia. Salah satunya adalah Tomiko Itooka, yang saat ini berusia 116 tahun.

Tomiko lahir pada 23 Mei 1908 dan tinggal di panti jompo Ashiya di Prefektur Hyogo, Jepang barat.

Ia sering mengungkapkan rasa terima kasih kepada staf panti dan menyatakan kerinduannya pada kampung halaman.

Kiyotaka Mizuno, pria tertua di Jepang yang saat ini berusia 110 tahun, juga memberikan cerita inspiratif.

Mizuno tinggal bersama keluarganya di Iwata, Prefektur Shizuoka, dan menjalani rutinitas sederhana setiap hari.

"Saya bangun pukul 6.30 pagi dan makan tiga kali sehari tanpa pilih-pilih makanan," katanya. Hobinya adalah mendengarkan siaran langsung olahraga, termasuk sumo.

Namun, krisis populasi di Jepang semakin buruk. Populasi lansia yang terus bertambah menyebabkan lonjakan besar dalam biaya kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Sementara itu, tenaga kerja yang semakin menyusut memberikan tantangan besar untuk menopang biaya ini.

Saat ini, jumlah total populasi Jepang mencapai 124 juta, namun terjadi penurunan sebesar 595.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Meskipun pemerintah Jepang telah berupaya memperlambat penurunan populasi ini, hasilnya masih jauh dari memuaskan.

Sebagai langkah untuk menghadapi situasi ini, pemerintah telah memperpanjang usia pensiun menjadi 65 tahun, yang akan berlaku mulai tahun fiskal 2025.

Kebijakan ini diharapkan dapat membantu menstabilkan ekonomi dan menekan pengeluaran di tengah krisis demografi yang semakin parah. ***

 

Editor : Azril Arham
#jepang #Krisis Populasi #populasi jepang #lansia di Jepang #populasi