Radarbangkalan.id - Media terkemuka Amerika Serikat, Fox News, mengumumkan bahwa calon presiden Partai Republik, mantan Presiden Donald Trump, diproyeksikan memenangkan Pilpres AS 2024.
Dalam proyeksi Fox News, Trump disebut telah meraih 277 suara elektoral, melampaui ambang batas yang diperlukan untuk memenangkan pilpres.
Baca Juga: Link Unduh Kisi-Kisi Materi SKB CPNS 2024 dan Jadwal Ujian
"Fox News Decision Desk memproyeksikan mantan Presiden Donald Trump telah mengalahkan Wakil Presiden Kamala Harris dalam kemenangan yang menakjubkan,
memberikannya masa jabatan kedua di Gedung Putih setelah siklus pemilu bersejarah yang penuh dengan liku-liku yang belum pernah terjadi sebelumnya dan dua upaya pembunuhan terhadapnya,"
demikian diumumkan oleh Fox News dalam artikelnya, sebagaimana dilansir pada Rabu (6/11/2024).
Baca Juga: Ibu Ronald Tannur Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Suap untuk Bebaskan Vonis Anaknya
Fox News juga melaporkan bahwa kemenangan ini menjadikan Trump presiden pertama yang menjabat dua periode tidak berturut-turut sejak Grover Cleveland pada tahun 1892,
menjadikannya presiden kedua dalam sejarah AS yang mencetak prestasi serupa.
Proyeksi Fox News menunjukkan Trump memperoleh 277 suara elektoral, sedangkan Harris mendapatkan 226 suara elektoral.
Untuk memenangkan pilpres AS, seorang capres membutuhkan sedikitnya 270 dari total 538 suara elektoral.
Data proyeksi ini menunjukkan bahwa Trump berhasil memenangkan negara bagian Pennsylvania, yang menyumbang 19 suara elektoral dan merupakan salah satu negara bagian yang sangat diperebutkan (battleground states) dalam pilpres AS.
Beberapa media terkemuka lainnya, seperti CNN dan Associated Press, melaporkan bahwa Trump unggul atas Harris di Pennsylvania, namun belum mengumumkan secara pasti kemenangan mantan presiden tersebut.
Baca Juga: Ibu Ronald Tannur Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Suap untuk Bebaskan Vonis Anaknya
Saat ini, belum ada tanggapan resmi dari kubu Trump terkait proyeksi kemenangan ini, begitu juga dengan kubu Harris dan Partai Demokrat yang belum memberikan komentar.
Perlu dicatat bahwa proyeksi media AS ini hanya merupakan prediksi dan bukan hasil resmi, karena proses penghitungan suara masih berlangsung.
Editor : Ubaidillah