News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Bahaya Minum Air Hujan ! Mengandung Zat Kimia Berbahaya, Ini Penjelasannya

Azril Arham • Senin, 23 Desember 2024 | 23:34 WIB

 

Ilustrasi Musim Hujan
Ilustrasi Musim Hujan

RadarBangkalan.id - Dulu, waktu masih kecil, mungkin kamu pernah iseng menjulurkan lidah saat hujan turun untuk coba ngerasain air hujan.

Tapi, tahukah kamu kalau ternyata minum air hujan itu nggak disarankan, lho!

Ada beberapa alasan ilmiah kenapa air hujan sebaiknya nggak dikonsumsi manusia. Yuk, simak penjelasannya!

Menurut artikel dari Popular Mechanics, air hujan yang kita lihat sekarang sudah tercampur dengan berbagai partikel plastik.

Jadi, ketika kita menelan air hujan, kita juga menelan zat berbahaya seperti Perfluoroalkyl dan Polyfluoroalkyl Substances (PFAS) yang berasal dari plastik. Ini adalah bahan kimia yang bisa merusak tubuh kita.

 

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Environmental Science and Technology menunjukkan kalau kadar PFAS di air hujan sudah melebihi batas yang aman.

Bahan kimia ini nggak terurai di alam, sehingga bisa mencemari udara dan air hujan di mana saja.

Bahkan, menurut Ian Cousins, seorang profesor dari Universitas Stockholm, air hujan di banyak tempat sekarang nggak aman lagi untuk diminum.

PFAS sendiri merupakan kelompok zat kimia yang sangat banyak, dan studi terbaru membandingkan kadar empat jenis PFAS yang umum (PFOS, PFOA, PFHxS, dan PFNA) di berbagai tempat, termasuk air hujan.

Hasilnya, dua bentuk PFAS, yaitu PFOA dan PFOS, ditemukan di air hujan yang kita temui. Mengonsumsi bahan kimia ini bisa berisiko, mulai dari gangguan sistem kekebalan tubuh hingga meningkatkan risiko kanker.

Selain mengandung bahan kimia, air hujan juga bisa mengandung banyak kuman. Berdasarkan penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), air hujan bisa membawa kuman yang ada di udara.

Debu, asap, dan partikel lain bisa mencemari air hujan saat jatuh ke atap atau tempat penampungan air hujan. Setelah itu, bahan kimia berbahaya seperti asbes, timbal, atau tembaga juga bisa masuk ke dalam air.

Kotoran burung atau debu dari atap rumah bisa ikut terbawa masuk ke dalam air hujan yang kita tampung.

Kalau hujan turun setelah cuaca kering beberapa hari, kotoran yang ada di atap bisa bercampur dengan air hujan dan masuk ke dalam penampungan kita. Hal ini tentu menambah risiko terkena penyakit.

 

Meski demikian, risiko jatuh sakit akibat mengonsumsi air hujan ini sangat bergantung pada beberapa faktor, seperti lokasi tempat tinggal, frekuensi hujan, musim, dan bagaimana cara masyarakat menyimpan serta menggunakan air hujan.

Nah, itu dia beberapa alasan kenapa kita sebaiknya nggak minum air hujan. Semoga penjelasan ini bisa menambah wawasan kamu, ya!

Jadi, mulai sekarang, lebih hati-hati kalau melihat air hujan yang tampak menggiurkan untuk diminum. ***

Setiap pertandingan Liverpool selalu saja ada rekor dari Mohamed Salah.
Setiap pertandingan Liverpool selalu saja ada rekor dari Mohamed Salah.
Editor : Azril Arham
#zat kimia #air hujan #hujan #kesehatan #minum air hujan