BANGKALAN – Pembunuhan anak berusia di bawah lima tahun (balita) yang terjadi Desa/Kecamatan Geger, masih didalami polisi.
Sebab, motif yang dilakukan Cholis terhadap keponakannya sendiri belum terungkap. Polisi akan memeriksa sejumlah saksi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) pada saat kejadian.
Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Hafid Dian Maulidi menyatakan, motif penganiayaan dan pembunuhan didalami.
Penyidik perlu memeriksa saksi tambahan dalam perkara itu. Terutama saksi yang ada di sekitar tempat kejadian perkara.
”Sementara ada empat orang saksi yang sudah kami periksa,” terang Hafid.
Penyidik belum melakukan pemeriksaan terhadap kejiwaan pelaku. Namun, dalam waktu dekat, pemeriksaan tersebut akan segera diagendakan.
Tujuannya, mengetahui apakah pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak. ”Tapi, saat diinterogasi, pelaku lancar, tidak ada tanda-tanda mengalami gangguan jiwa,” ujarnya.
Pembunuhan yang dilakukan Cholis terjadi Rabu (13/8) sekitar pukul 23.00. Dia tega menggorok keponakannya sendiri, Muhammad Kholil Yasin (MKY).
Pembunuhan sadis tersebut bermula saat Cholis mencari istrinya bernama Putri ke rumah korban.
Tersangka datang ke rumah korban sambil marah-marah dan membawa senjata tajam (sajam) jenis parang.
Dia meneriaki istrinya untuk keluar dari rumah kakak iparnya tersebut. Tidak lama kemudian, Cholis mendobrak pintu dan memecahkan kaca rumah.
Mengetahui hal itu, Putri dan Sarifah yang berada di kamar pertama langsung melarikan diri.
Begitu pun Gideh dan Sumrati yang berada di kamar kedua juga ikut keluar rumah. Sementara korban MKY tertinggal di kamar pertama.
Saat pelaku berhasil masuk ke dalam rumah, dia menjumpai korban dan langsung membawanya keluar kamar.
Sumrati yang melihat itu langsung mendatangi pelaku dan mencoba merebut buah hatinya.
Namun, upaya tersebut gagal dan membuat Sumrati terluka akibat sabetan parang yang dibawa oleh pelaku.
Tidak lama kemudian, Cholis langsung membanting korban dan menggorok leher korban hingga nyaris terputus. Akibat luka yang cukup parah itu MKY langsung meninggal dunia. (za/jup)
Editor : Ina Herdiyana