RadarBangkalan.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan mulai mengalihkan perhatiannya ke Kolombia, menyusul operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Sebelumnya, Trump memerintahkan serangan militer ke Caracas yang dilakukan pasukan AS pada Sabtu (3/1/2025).
Baca Juga: Video Diduga Jule dan Yuka di Hotel Beredar, Publik Menunggu Klarifikasi
Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap dan dibawa ke luar negeri.
Kolombia diketahui merupakan negara tetangga Venezuela yang berbatasan langsung. Presiden Kolombia Gustavo Petro, seperti Maduro, juga dikenal sebagai tokoh politik sayap kiri.
Pernyataan Keras Trump soal Kolombia
Trump melontarkan pernyataan keras dengan menyebut Kolombia berada dalam kondisi bermasalah di bawah kepemimpinan Petro.
“Kolombia juga sakit, dipimpin orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke AS,” kata Trump merujuk kepada Petro, dikutip dari BBC, Senin (5/1/2026).
Baca Juga: AS Luncurkan Operasi Militer Kilat di Venezuela, Trump Klaim Tangkap Presiden Nicolás Maduro
Tak berhenti di situ, Trump juga menyampaikan ancaman terselubung terhadap masa depan kepemimpinan Presiden Kolombia.
“Ia tak akan melakukannya (memimpin Kolombia) untuk waktu lama,” ujarnya.
Ancaman Operasi Militer AS di Kolombia
Trump tidak menutup kemungkinan Amerika Serikat akan melakukan operasi militer di Kolombia dengan dalih memerangi jaringan narkoba internasional.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Sambut Tahun Baru 2026, dari Horor hingga Romantis
“Itu terdengar bagus untuk saya,” tutur presiden dari Partai Republik tersebut.
Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di kawasan Amerika Latin, terutama setelah operasi militer AS di Venezuela menuai sorotan global.
Baca Juga: Donasi Konser Valen DA7 Kontras, Pamekasan Tembus Rp1,1 Miliar Sumenep Rp71 Juta
Hubungan AS–Kolombia Memanas
Hubungan antara Presiden Gustavo Petro dan Amerika Serikat memang tidak sepenuhnya harmonis.
AS sempat mencabut visa Petro setelah ia ikut serta dalam demonstrasi mendukung Palestina di New York pada September lalu.
Petro mengikuti aksi pro-Palestina tersebut saat menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.
Selain itu, Trump juga telah menjatuhkan sanksi terhadap Petro dengan menudingnya gagal menekan perdagangan narkoba serta membiarkan kartel-kartel narkoba berkembang di Kolombia.
Baca Juga: Viral Curhat Guru ASN Pasuruan soal Jarak 57 Km, Berujung Pemecatan
Situasi ini memperlihatkan potensi memburuknya hubungan diplomatik AS–Kolombia, di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap negara-negara Amerika Latin yang dipimpin tokoh sayap kiri.
Editor : Ubaidillah