News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Rusia hingga China Kutuk Operasi AS di Venezuela, Israel Bela Trump

Ubaidillah • Selasa, 6 Januari 2026 | 04:22 WIB
Foto: Gedung Putih merilis gambar Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat dibawa ke tahanan (AFP/-)
Foto: Gedung Putih merilis gambar Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat dibawa ke tahanan (AFP/-)

RadarBangkalan.id - Serangan besar-besaran Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela, termasuk penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, memicu reaksi keras dari berbagai negara.

Operasi militer yang diperintahkan Presiden AS Donald Trump tersebut langsung menuai kecaman global, terutama dari Rusia dan China, sementara sejumlah negara lain menunjukkan sikap beragam.

Baca Juga: Usai Maduro Ditangkap AS, Venezuela Terbelah antara Lega dan Cemas

Gambar yang diunggah di akun Truth Social milik Donald Trump pada 3 Januari 2026 memperlihatkan sosok yang diklaim sebagai Nicolas Maduro berada di atas kapal USS Iwo Jima setelah ditangkap militer AS pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat.

Berikut rangkuman sikap sejumlah pemimpin dunia tak lama setelah insiden penangkapan tersebut.

Rusia Mengutuk Keras Aksi Militer AS

Pemerintah Rusia secara tegas mengutuk serangan militer AS ke Venezuela. Moskow menilai tidak ada pembenaran apa pun yang dapat diterima atas tindakan Washington tersebut.

"Pagi ini, Amerika Serikat melakukan aksi agresi bersenjata terhadap Venezuela. Ini sangat mengkhawatirkan dan patut dikutuk," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataannya, Sabtu (3/1/2026).

Baca Juga: AS Luncurkan Operasi Militer Kilat di Venezuela, Trump Klaim Tangkap Presiden Nicolás Maduro

Rusia menyebut dalih yang digunakan AS sama sekali tidak dapat diterima. "Dalih yang digunakan untuk membenarkan tindakan tersebut tidak dapat diterima. Permusuhan ideologis telah mengalahkan pragmatisme bisnis," lanjut pernyataan itu.

Meski tidak menyebut nama Nicolas Maduro secara langsung, Rusia menegaskan solidaritasnya terhadap Venezuela. "Kami menegaskan kembali solidaritas kami dengan rakyat Venezuela dan dukungan kami terhadap tindakan kepemimpinan Bolivarian yang bertujuan untuk melindungi kepentingan nasional dan kedaulatan negara."

Rusia juga menekankan bahwa Amerika Selatan harus tetap menjadi zona damai. "Dalam situasi saat ini, yang terpenting adalah mencegah eskalasi lebih lanjut dan fokus pada pencarian jalan keluar dari situasi ini melalui dialog," bunyi pernyataan tersebut.

China Desak AS Bebaskan Maduro

China turut bereaksi keras dengan mendesak Amerika Serikat segera membebaskan Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang kini ditahan di AS.

"China menyerukan AS untuk memastikan keselamatan pribadi Presiden Maduro dan istrinya, segera membebaskan Presiden Maduro dan istrinya," ujar Kementerian Luar Negeri China.

Baca Juga: Video Diduga Jule dan Yuka di Hotel Beredar, Publik Menunggu Klarifikasi

China juga meminta AS menghentikan upaya menggulingkan pemerintahan Venezuela dan memilih jalur dialog. "Hentikan upaya untuk menggulingkan rezim Venezuela, dan menyelesaikan masalah ini melalui dialog dan negosiasi."

Beijing menegaskan penolakannya terhadap penggunaan kekuatan secara terang-terangan terhadap negara berdaulat dan mengaku terkejut atas operasi militer tersebut.

Presiden Brasil Kecam Serangan AS

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula Da Silva menyatakan kecamannya terhadap aksi AS di Venezuela. Menurut Lula, serangan dan penangkapan presiden negara lain merupakan pelanggaran serius.

Baca Juga: Donasi Konser Valen DA7 Kontras, Pamekasan Tembus Rp1,1 Miliar Sumenep Rp71 Juta

"Pemboman di wilayah Venezuela dan penangkapan presidennya telah melampaui batas yang tidak dapat diterima.

Tindakan ini merupakan penghinaan serius terhadap kedaulatan Venezuela dan merupakan preseden yang sangat berbahaya bagi seluruh komunitas internasional," kata Lula.

Spanyol dan Uni Eropa Tolak Rezim Maduro, Tapi Kritik AS

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menegaskan negaranya tidak mengakui rezim Maduro. Namun, ia juga menolak intervensi militer AS.

"Spanyol tidak mengakui rezim Maduro. Tetapi Spanyol juga tidak akan mengakui intervensi yang melanggar hukum internasional dan mendorong kawasan ini menuju cakrawala ketidakpastian dan permusuhan," ujar Sanchez.

Baca Juga: Viral Anggota Madas Janji 10 Rumah dan Sekarung Emas untuk Nenek Elina

Kanselir Jerman Friedrich Merz menekankan pentingnya meninjau aksi AS dari perspektif hukum internasional. Ia mengingatkan bahwa ketidakstabilan politik di Venezuela harus dihindari.

"Penilaian hukum terhadap intervensi AS itu kompleks dan membutuhkan pertimbangan yang cermat.

Hukum internasional tetap menjadi kerangka kerja yang memandu. Pada tahap ini, ketidakstabilan politik di Venezuela harus dihindari. Tujuannya adalah transisi yang tertib menuju pemerintahan terpilih," katanya.

Baca Juga: Apa Itu Super Flu? Dokter IDAI Jelaskan Fakta Sebenarnya

Presiden Parlemen Eropa Roberta Metsola juga menyatakan bahwa pihaknya tidak menganggap Nicolas Maduro sebagai pemimpin sah Venezuela.

"Kami tidak menganggap Nicolás Maduro sebagai pemimpin Venezuela yang sah dan terpilih… Parlemen Eropa selalu menyerukan penghormatan penuh terhadap hukum internasional, dukungan untuk demokrasi, dan pengakuan atas kehendak sah rakyat Venezuela."

Israel dan Ukraina Dukung Langkah Trump

Berbeda dengan Rusia dan China, Israel justru menyatakan dukungan penuh terhadap Presiden Trump. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan ucapan selamat atas operasi tersebut.

Baca Juga: Banjir Rendam Sejumlah Jalan di Kota Sampang, Ketinggian Air Capai 50 Cm

"Selamat, Presiden @realDonaldTrump atas kepemimpinan Anda yang berani dan bersejarah atas nama kebebasan dan keadilan. Saya salut atas tekad Anda yang tegas dan tindakan brilian para prajurit pemberani Anda," kata Netanyahu.

Ukraina juga membela langkah AS. Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menilai rezim Maduro telah melanggar hak-hak rakyatnya.

"Ukraina secara konsisten membela hak bangsa-bangsa untuk hidup bebas, bebas dari kediktatoran, penindasan, dan pelanggaran hak asasi manusia. Rezim Maduro telah melanggar semua prinsip tersebut dalam segala hal," ujarnya.

Baca Juga: Viral Curhat Guru ASN Pasuruan soal Jarak 57 Km, Berujung Pemecatan

Ia menambahkan bahwa Ukraina mendukung perkembangan situasi sesuai prinsip hukum internasional dengan memprioritaskan demokrasi, hak asasi manusia, dan kepentingan rakyat Venezuela.

Editor : Ubaidillah
#rusia #venezuela #china #amerika serikat #politik global #nicolas maduro