News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kambing Gunung: Mamalia Pendaki Tangguh di Puncak Tebal

Ina Herdiyana • Kamis, 2 April 2026 | 06:28 WIB
Sumber foto: Bianet
Sumber foto: Bianet

RadarBangkalan.id – Kambing gunung atau yang memiliki nama latin Oreamnos Americanus adalah salah satu mamalia paling tangguh yang mendiami wilayah pegunungan tinggi di Amerika Utara.

Secara biologis, kambing ini lebih dekat kekerabatannya dengan antelop atau kijang dibandingkan kambing ternak biasa.

Kambing gunung hidup di lingkungan yang sangat ekstrem, sering kali berada di ketinggian di atas 4.000 meter.

Baca Juga: Capybara: Si Tikus Raksasa yang Justru Disukai Publik

Di wilayah ini, mereka menghadapi tebing curam, angin kencang, dan suhu yang bisa turun jauh di bawah titik beku.

Kemampuan memanjat kambing gunung adalah hasil dari anatomi kaki yang sangat khusus. Kuku mereka memiliki pinggiran luar yang keras untuk mencengkeram celah batu, sementara bagian tengahnya lunak dan kenyal seperti bantalan karet.

Bantalan ini berfungsi sebagai alat penghisap (suction cup) yang memberikan daya cengkeram luar biasa pada permukaan batu yang licin atau tertutup es.

Berbeda dengan hewan pelari cepat, kambing gunung memiliki otot bahu dan kaki depan yang sangat kuat. 

Baca Juga: Bamus Madura Asli Resmi Dibentuk, Ormas Bersatu Hapus Stigma dan Bakal Gaet Investor

Kekuatan ini memungkinkan mereka untuk menarik tubuh ke atas tebing yang hampir vertikal. Mereka juga mampu melompat sejauh hampir 4 meter dalam satu loncatan di antara celah-celah batu yang sempit dengan keseimbangan yang sangat presisi.

Selain dari keunikan kakinya, kambing gunung juga memiliki keunikan di bagian bulu-bulunya. Untuk bertahan hidup di puncak yang membeku, kambing gunung memiliki dua lapis bulu. 

Lapis dalam berupa bulu halus yang sangat tebal untuk menjaga panas tubuh, sedangkan lapis luar berupa rambut panjang yang kasar untuk menghalau angin dan salju.

Warna putih atau cokelat pada bulunya juga berfungsi sebagai kamuflase alami agar mereka sulit terlihat oleh predator seperti beruang atau serigala. 

Baca Juga: Final Playoff Piala Dunia 2026: Italia vs Bosnia, Perebutan Tiket Terakhir ke Amerika

Di ketinggian yang minim vegetasi, kambing gunung tidak bisa memilih-milih makanan. Mereka mengonsumsi hampir semua tanaman yang tersedia, mulai dari rumput pegunungan, lumut kerak, hingga semak-semak kecil.

Kemampuan mereka untuk bertahan hidup dengan nutrisi yang terbatas menunjukkan efisiensi sistem pencernaan yang luar biasa di lingkungan yang keras. (Athoya Hanin)

 

 

Editor : Ina Herdiyana
#Kambing Gunung #mamalia #tangguh #puncak tebal #pendaki