News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Mengobati Rindu kepada Rasulullah, Jemaah Althof Ziarah Situs Bersejarah Madinah

Ina Herdiyana • Senin, 15 Juni 2026 | 15:41 WIB
TEMPAT BERSEJARAH: Jemaah haji kloter Sub 69 saat ziarah di Masjid Nabawi, Madinah, Minggu (14/6). IMAM TAHMIDILLAH UNTUK JPRM
TEMPAT BERSEJARAH: Jemaah haji kloter Sub 69 saat ziarah di Masjid Nabawi, Madinah, Minggu (14/6). IMAM TAHMIDILLAH UNTUK JPRM

MADINAH, RadarBangkalan.id – Jemaah haji yang tergabung Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Althof Bangkalan melaksanakan Mazarat di Masjid Nabawi, Minggu (14/6).  Mereka menapaktilasi  perjuangan Baginda Nabi Muhammad.

Masjid Nabawi menjadi tempat yang dikunjungi kali pertama oleh jemaah. Lalu, para jemaah juga mengunjungi beberapa tempat, di antaranya Kubah Hijau. Di bawah naungan kubah itulah, makam Rasulullah berada.

Dengan kepala tertunduk dan bibir yang tak henti bersalawat, para jemaah haji melantunkan menyampaikan salam langsung kepada kekasih Allah itu.

Baca Juga: Puluhan SPPG Tidak Beroperasi Lagi akibat Beragam Kendala

”Rasa haru tidak bisa dibendung ketika menyampaikan salam langsung di hadapan makam Rasulullah. Puncak dari segala rindu yang kami pupuk dari Madura,” ujar Ketua KBIHU Althof Bangkalan Imam Tahmidillah.

Setelah dari ke Kubah Hijau, jemaah haji berlanjut menuju pemakaman Baqi’. Di tanah itu, bersemayam jasad para keluarga, istri, dan ribuan sahabat Nabi.

Jemaah KBIHU Althof melihat langsung situs sejarah sekaligus mendoakan para syuhada yang menjadi pilar awal tegaknya panji Islam.

”Setelah itu, jemaah berlanjut mengunjungi Masjid Ghumamah, Masjid Abu Bakar, Masjid Ali, dan Masjid Umar,” sambungnya.

Baca Juga: BGN Bantah Hoaks Pembagian Keuntungan MBG untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Jemaah haji kemudian bergeser ke Taman Saqifah Bani Saidah, di tempat itulah, Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq dibaiat menjadi pemimpin umat Islam pasca Rasulullah wafat.

Ziarah yang dilakukan para jemaah haji cukup menguras tenaga. Sebab, cuaca di Arab Saudi cukup ekstrem.

Bahkan, tembus 47 derajat celsius. Sehingga setiap akvitas yang dilaksanakan memberikan tantangan tersendiri.

”Yang ikut ziarah hari ini benar-benar jemaah yang kondisi fisiknya prima dan sehat. Sementara bagi jemaah yang kurang sehat kami arahkan tetap tinggal dan istirahat di hotel,” paparnya.

Baca Juga: Probiotik Bisa Menyehatkan Usus, Tapi Benarkah Minuman Tinggi Gula Picu Diabetes?

Petugas Pembimbing Ibadah Haji Sub 69 H Subaidi mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian ziarah berjalan dengan lancar.

Cuaca panas yang menyengat mempertebal rasa cinta jemaah berkunjung ke tempat-tempat yang pernah disinggahi Rasulullah.

”Mendatangi tempat yang pernah disinggahi Rasulullah akan memudahkan rasa cinta kita tumbuh,” tandasnya. (za/jup)

Editor : Ina Herdiyana
#ziarah Rasulullah #situs bersejarah #KBIHU Althof Bangkalan #Masjid Nabawi #madinah