KEHIDUPAN di era modern ini pasti selalu berkaitan dengan materialistis.
Hal itu menjadi tantangan besar bagi kita untuk melawan hawa nafsu.
Sebab, terkadang banyak di antara kita lupa arti peduli yang sesungguhnya sehingga enggan bersedekah.
Kita sering berpikir, jika bersedekah, uang kita akan habis. Padahal, bersedekah bukan hanya tentang berbagi sedikit harta (uang).
Namun, dengan bersedekah kita akan paham arti keikhlasan dan peduli satu sama lain.
Bersedekah memang sudah diperintahkan agama, bahkan sering kali kita dengar kata-kata seperti ini ”Jika hartamu mau bertambah, maka besedekahlah!”
Dari kutipan kata-kata tersebut, artinya sedekah itu tidak mengurangi harta kita, akan tetapi sebaliknya, dengan bersedekah harta kita semakin bertambah.
Semakin banyak harta atau apa pun yang kita bagikan secara ikhlas, maka secara tidak langsung Tuhan akan mengganti dengan berkali-kali lipat dari apa yang sudah kita sedekahkan.
Namun, sering kali kita tidak sadar atas apa yang sudah Tuhan berikan.
Jika dikaji secara sosial, bersedekah merupakan hal positif karena secara tidak langsung kita bisa menyambung silaturahmi dan berinteraksi antara satu individu dengan individu yang lain.
Ada beberapa kriteria utama yang berhak menerima sedekah:
- Keluarga terdekat
Jika ada keluarga terdekat yang kurang mampu, maka lebih utama kita bersedekah pada mereka sebelum bersedekah pada orang lain.
- Anak yatim dan piatu
Mereka termasuk kriteria utama karena sudah tidak memiliki orang tua sehingga mereka perlu di bantu.
- Fakir dan miskin
Mereka termasuk penerima zakar. Sebab itu, mereka termasuk penerima sedekah.
- Orang yang berjuang di jalan Allah
Misalnya, seorang dai (pejuang Islam). Sebab, mereka termasuk orang-orang yang berusaha menegakkan agama Islam.
Jadi, bersedekah itu tidak harus menunggu kita kaya, tapi bersedekahlah agar kita bisa kaya. (Baiq Alwi)
Editor : Ina Herdiyana