Radarbangkalan.id – Citroen, jenama otomotif terkemuka asal Prancis, telah mengumumkan rencananya untuk memulai produksi mobil listrik secara completely knock down (CKD) di Indonesia pada bulan Juli mendatang.
Pengumuman ini disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi dari Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Rachmat Kaimuddin, dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada Jumat (1/3).
Menurut Rachmat, produsen mobil listrik baru yang hendak masuk ke pasar Indonesia, yakni Citroen, telah menargetkan tanggal 1 Juli 2024 sebagai awal produksi mereka.
Citroen direncanakan akan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia di Indonesia untuk merakit mobil listrik secara CKD.
Sebelumnya, Citroen telah memiliki rencana untuk merakit mobil listriknya melalui salah satu fasilitas pabrik yang dimiliki oleh Grup Indomobil di Purwakarta, Jawa Barat.
Baca Juga : Jokowi Tinjau Langsung Proses Pembangunan di IKN, Progres Capai 74 Persen
Salah satu tujuan dari produksi mobil listrik ini adalah untuk memperoleh insentif dari Pemerintah Republik Indonesia.
Pasalnya, syarat yang telah ditetapkan adalah produsen baru hanya bisa mendapatkan insentif pajak untuk mobil listrik jika diproduksi secara lokal.
Dalam upaya mencapai target ini, CEO Citroen Indonesia, Tan Kim Pauw, telah menetapkan target untuk memulai perakitan mobil listrik setidaknya pada semester kedua tahun 2024.
Dengan demikian, diharapkan bahwa Citroen dapat mencapai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 20 hingga 40 persen.
Baca Juga : Yamaha Pikat Pengunjung di IIMS 2024 dengan Varian Motor Terbarunya Lexi LX 155
Langkah ini diharapkan membuka peluang bagi Citroen untuk mendapatkan sejumlah insentif dari pemerintah, termasuk diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Diskon ini diharapkan dapat mengurangi beban pajak dari 10 persen menjadi hanya 1 persen.
Selain itu, Tan juga mengungkapkan bahwa fasilitas produksi lokal ini tidak hanya akan melayani pasar Indonesia, tetapi juga memiliki potensi untuk ekspor ke luar negeri.
Baca Juga : Apple Umumkan Pembatalan Proyek Mobil Listrik Karena Alami Kerugian Hingga Miliaran Dolar
Menurut Tan, ekspor mobil listrik tersebut merupakan sebuah kemungkinan yang sangat terbuka.
Hal ini disebabkan karena saat ini di kawasan ASEAN belum ada fasilitas produksi mobil listrik yang beroperasi.
Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi pusat produksi mobil listrik untuk wilayah ASEAN.
Tan juga menambahkan bahwa model Citroen E-C3, yang akan diproduksi di fasilitas ini, menjadi yang pertama dan satu-satunya di kawasan ASEAN.
Meskipun demikian, rencana untuk ekspor tersebut masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut. ***