News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Penjualan Sepeda Motor Indonesia Semester 1 2025 Turun 2,09%, Industri Tetap Optimis Hadapi Semester Kedua

Mohammad Sugianto • Kamis, 14 Agustus 2025 | 02:21 WIB
Sepeda motor baru yang di display di salah satu diler
Sepeda motor baru yang di display di salah satu diler

Radarbangkalan.id – Industri sepeda motor Tanah Air harus menghadapi kenyataan pahit pada paruh pertama 2025. Data terbaru Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan, total penjualan sepeda motor domestik selama semester 1 2025 mencapai 3.104.629 unit. Angka ini terkoreksi 2,09% dibanding periode yang sama tahun lalu yang menembus 3.170.994 unit. Artinya, ada selisih sekitar 66 ribu unit yang hilang dari pasar.

Turunnya penjualan ini menjadi sinyal bahwa tekanan di sektor otomotif masih nyata, terutama akibat melemahnya daya beli masyarakat dan ketatnya akses pembiayaan kredit.

Meski secara kumulatif turun, bulan Juni 2025 membawa sedikit angin segar. Penjualan sepeda motor mencapai 509.326 unit, naik tipis 0,78% dibanding Mei 2025 yang mencatat 505.350 unit.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa permintaan di pasar domestik mulai menemukan titik stabil setelah beberapa bulan sebelumnya penuh fluktuasi. Pelaku industri menilai tren ini sebagai sinyal pemulihan yang bisa dimaksimalkan di paruh kedua tahun.

Tak hanya pasar lokal, sektor ekspor justru menunjukkan kinerja positif. Pada Juni 2025, ekspor motor utuh (Completely Built-Up/CBU) mencapai 46.096 unit, naik 7,35% dibanding Juni tahun lalu.

Lebih menggembirakan lagi, ekspor dalam bentuk Completely Knocked Down (CKD) melesat hingga 756.611 unit. Lonjakan ini memperlihatkan bahwa pasar internasional menjadi peluang besar di tengah ketatnya persaingan di pasar domestik.

AISI menargetkan penjualan sepeda motor tahun ini di kisaran 6,7 juta unit. Dengan capaian semester pertama, para produsen harus bekerja ekstra keras.

Strategi pemasaran yang lebih agresif, inovasi model, hingga kemudahan pembiayaan diprediksi akan menjadi kunci untuk mengejar target. Apalagi, tren kenaikan di Juni diharapkan menjadi titik balik untuk mendongkrak penjualan di semester kedua.

Meski penjualan sepeda motor Indonesia semester 1 2025 mengalami penurunan tipis, tren stabilisasi di akhir periode memberikan optimisme baru. Ditambah dengan pertumbuhan ekspor yang signifikan, industri otomotif masih memiliki peluang besar untuk mencapai target tahunan.(gik)

 

Editor : Mohammad Sugianto
#sepeda motor #penjualan #kredit sepeda motor #turun