Radarbangkalan.id – Banyak pemilik kendaraan tergiur membeli busi murah di pasaran. Sayangnya, sebagian besar produk dengan harga jauh di bawah standar ternyata busi palsu yang memakai merek terkenal, seperti NGK.
Meski tidak langsung merusak mesin dalam jangka pendek, penggunaan busi palsu dapat “menyiksa” performa kendaraan. Dalam kasus parah, mesin bahkan bisa jebol hingga harus dibongkar total.
Diko Oktaviano, Technical Support PT Niterra Mobility Indonesia (pemegang merek busi NGK), mengungkapkan bahwa pihaknya sering mendapat keluhan dari konsumen terkait kerusakan mesin. Setelah dicek, ternyata mereka menggunakan busi NGK palsu yang dibeli dari marketplace.
“Belum lama ini ada konsumen komplain karena mobilnya rusak setelah memakai busi NGK Iridium. Saat diperiksa, ternyata businya palsu. Dia beli lewat promo Rp30 ribu/pcs, padahal harga asli sekitar Rp150 ribu. Secara logika, tidak mungkin busi asli dijual semurah itu,” jelas Diko dalam podcast Ngopi Bareng Caktung.
Diko mengingatkan agar konsumen tidak mudah tergiur harga murah dan perlu memahami ciri-ciri busi asli agar tidak tertipu.
Peredaran busi palsu dinilai sudah sangat meresahkan. Produk imitasi memang tampak mirip secara fisik, tetapi durabilitasnya rendah sehingga berpengaruh langsung pada kerja mesin.
Pihak NGK menegaskan bahwa produk asli mereka memiliki keunggulan mulai dari material, manufaktur, hingga ketahanan.
- NGK menggunakan serbuk khusus (sealing powder) untuk memperkuat struktur busi sekaligus mencegah kebocoran gas dari ruang bakar.
- Proses perakitan memakai teknologi cold caulking dengan insulator buatan Jepang berstandar ketat.
- Setiap busi NGK punya perbedaan performa sesuai tipe, mulai dari nikel hingga MotoDX.
“Inilah alasan harga busi NGK lebih tinggi dibanding kompetitor. Busi palsu biasanya diproduksi di industri rumahan dengan kualitas rendah, sehingga bisa merusak mesin,” tegas Diko.
Untuk menghindari kerugian, berikut ciri-ciri busi palsu yang bisa dikenali secara kasat mata:
- Tulisan pada insulator: jika berupa tempelan atau terlihat tidak rapi, kemungkinan palsu.
- Gasket atau ring mudah lepas: busi asli dirancang agar komponen tidak gampang terlepas.
- Kode produksi (lot number): pada busi asli berupa empat digit kombinasi dengan marking laser rapi di bagian logam.
Kode produksi inilah yang sulit ditiru produsen palsu, sehingga bisa jadi acuan utama untuk membedakan.
Editor : Mohammad Sugianto