Bangkalan, Radarbangkalan.id - Di tengah kondisi ekonomi Indonesia saat ini, mengeluarkan uang dalam jumlah besar terasa semakin berat.
Inflasi bisa terjadi sewaktu-waktu, harga barang melonjak, sementara pendapatan tidak ikut naik.
Akibatnya, membeli barang mahal—termasuk motor baru—menjadi keputusan yang harus dipikirkan berkali-kali.
Harga motor baru kini terbilang tinggi, terutama bagi mereka yang bergaji UMR.
Membeli motor baru dengan kredit pun bukan solusi jangka panjang, karena bunga cicilan bisa membuat harga motor hampir dua kali lipat dari harga normal.
Karena itu, membeli motor bekas menjadi pilihan yang lebih rasional.
Berikut lima alasan kenapa motor bekas lebih masuk akal dibanding motor baru:
1. Harga Lebih Rasional
Motor bekas jauh lebih terjangkau. Honda Beat bekas bisa didapat di bawah Rp10 juta, dibandingkan versi baru yang hampir Rp20 juta.
Dari segi desain dan teknologi, perbedaan antar generasi tidak terlalu signifikan. Dari jauh, Beat 2015 dan Beat 2025 tetap terlihat sama.
2. Kredit Lebih Ringan
Jika harus kredit, motor bekas lebih masuk akal karena harga pokok lebih rendah. Bunga dihitung dari nilai pinjaman, sehingga cicilan lebih ringan.
Namun tetap perlu hati-hati: tenor panjang bisa membuat bunga membengkak.
3. Depresiasi Harga Lebih Aman
Motor baru langsung turun harga 10–20% begitu keluar dari dealer.
Sementara motor bekas sudah melewati fase depresiasi tinggi, sehingga harganya lebih stabil.
Bahkan dalam beberapa kasus, harga motor bekas bisa naik kembali.
4. Cocok untuk “Kaum Mending”
Bagi yang suka membandingkan, motor bekas memberi pilihan lebih menarik.
Dengan Rp40 juta, daripada membeli NMAX Turbo baru, lebih baik ambil XMAX bekas dengan kapasitas lebih besar.
Budget sama, tapi dapat motor dengan performa lebih tinggi.
5. Gampang Ganti Motor
Bagi yang cepat bosan, motor bekas memberi fleksibilitas.
Misalnya, beli Yamaha R25 bekas lalu bosan setelah 3 bulan, bisa dijual dan diganti dengan PCX atau NMAX bekas tanpa kehilangan banyak uang.
Depresiasi hampir nol, sehingga pergantian motor lebih mudah.
Membeli motor bekas memang ada tantangannya: harus teliti memilih kondisi, warna, dan harga. Kadang perlu peremajaan, seperti ganti ban.
Namun secara keseluruhan, motor bekas menawarkan lebih banyak keuntungan dibanding motor baru, terutama dari sisi harga dan fleksibilitas.
Editor : Yusron Hidayatullah