News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Perjalanan Reza Rahadian dari Penghapus Guru ke Mimpi Menjadi Menteri: Kisah Pasutri Gaje, Desa, dan Kebudayaan

Ubaidillah • Rabu, 31 Januari 2024 | 07:43 WIB
Reza Rahadian on YouTube HAS Creative. (Foto: klikpendidikan.id)
Reza Rahadian on YouTube HAS Creative. (Foto: klikpendidikan.id)

Radarbangkalan.id - Dahulu pernah dilempar penghapus oleh guru, kini Reza Rahadian memiliki impian untuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Reza Rahadian menjadi sorotan di YouTube melalui podcast HAS Creative yang dipandu oleh Pras Teguh dalam PWK.

Nama lengkapnya adalah Reza Rahadian Matulessy, seorang aktor, model, penyanyi, dan sutradara Indonesia keturunan Iran dan Ambon.

Lahir pada tahun 1987, Reza menjabat sebagai Ketua Festival Film Indonesia untuk periode tahun 2021 hingga 2023.

Dalam podcast tersebut, Reza terlihat mengenakan seragam PNS sebagai bagian dari promosi film "Pasutri Gaje."

Film "Pasutri Gaje" diadaptasi dari Line Webtoon karya Annisa Nisfiani yang akan tayang pada tanggal 7 Februari 2024.

Reza Rahadian berperan sebagai Adimas dalam film tersebut, yang mengisahkan kisah lucu pasangan suami istri yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sinopsis film "Pasutri Gaje" menggambarkan kehidupan kocak pasangan suami istri yang sering kali ditanya kapan akan memiliki anak.

Dalam podcast, Pras berbincang dengan Reza mengenai perannya sebagai seorang artis dengan berbagai karakter.

"Apakah tidak lelah bermain film?" tanya Pras dalam Popcast PWK (Podcast Warung Kopi).

"Tidak lelah sih ya, karena saya menikmatinya," jawab Reza.

Pada menit 19:20, Pras dan Tegus menirukan gaya Gibran saat debat cawapres, karena Reza masih mencari presiden untuk tahun ini.

"Dari ketiganya, saya belum memilih, tunggulah sampai 4 kali ini tanggal 4," ungkap Reza.

"Apakah ada kemungkinan Anda mencalonkan diri sebagai anggota legislatif?" tanya Pras.

"Kalau legislatif tidak, mungkin menjadi Menteri Pendidikan atau Kebudayaan karena saya berharap kebudayaan itu dipisahkan. Saya juga berharap untuk lebih fokus pada desa yang tertinggal," katanya.

"Contohnya, kita bisa melakukan pemetaan berapa banyak desa di Indonesia. Jika ada desa yang fasilitasnya kurang, maka fokuslah pada masalah tersebut," tambahnya.

Keinginan tersebut tidak terlepas dari pandangan Reza bahwa desa adalah bagian terpenting dalam proses membangun sebuah negara.

"Jika kita ingin Indonesia maju, desa merupakan salah satu isu inti yang perlu dikembangkan," tegasnya.

"Karena jika kita hanya membangun kota-kota besar, daerah yang tertinggal tidak akan mendapat perhatian yang cukup," lanjutnya.

Reza juga berbagi pengalaman saat sekolah dulu, mengakui bahwa ia pernah dilempar penghapus hingga benjol oleh teman sekelas.

"Saat SD, saya ngobrol dengan teman sekelas, tiba-tiba dilempar penghapus. Mungkin maksudnya mau melempar kemeja, eh, jidat saya yang pulang biru," ceritanya.

"Ibu saya ditanya kenapa, saya jawab tadi dilempar penghapus. Ibu saya langsung pergi ke sekolah saya, dan akhirnya ribut dengan guru. Namun, guru saya juga meminta maaf," tambahnya.

Dengan durasi 01:01:42, Pras belajar dari Reza mengenai menjadi karakter orang tua dengan menggunakan "power gorila."

"Ternyata capek juga ya, habis power saya," ucap Pras.

"Apakah Anda tidak ingin membuka sanggar seni?" tanya Pras.

"Kalau ada undangan untuk sekadar berbagi, pasti saya datang. Tapi untuk membuka sanggar sendiri, mungkin suatu hari nanti," tutup Reza.

Hingga saat artikel ini ditayangkan, video di YouTube tersebut sudah ditonton sebanyak 2.9 juta kali dalam satu hari.

Editor : Ubaidillah
#PNSPodcast #PodcastPWK #reza rahadian #KarirArtis #MendikbudMasaDepan