RadarBangkalan.id - Keindahan dan keberkahan bulan Ramadhan telah tiba, memberikan umat Muslim momen yang penuh makna, terutama dalam merayakan malam istimewa yang disebut Lailatul Qadar.
Malam yang dipercayai penuh berkah dan ampunan ini menjadi panggilan untuk memperdalam spiritualitas dan memperkuat ikatan batin dengan Sang Pencipta.
Namun, di balik kekhususan malam yang begitu berharga ini, tersimpan rahasia doa yang dipilih, mengundang penasaran akan misteri yang tersembunyi di dalamnya.
Dari penelusuran yang dilakukan oleh NU Online, Lailatul Qadar tidak hanya memberikan kesempatan untuk memohon ampunan, tetapi juga mengajarkan urgensi doa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan lima imam hadits lainnya, kecuali Imam Abu Dawud, mengungkapkan anjuran tersebut,
yang dijelaskan oleh Rasulullah ketika ditanya oleh Siti Aisyah tentang amalan yang disarankan pada malam yang istimewa itu.
"Dua versi doa malam Lailatul Qadar yang kami temukan berasal dari dua riwayat hadits dari Sayyidah Aisyah ra.
Kedua versi ini diamalkan oleh masyarakat di masjid-masjid di Indonesia," papar Ustadz Alhafiz Kurniawan, seperti yang dilansir oleh NU Online.
Dua versi doa Lailatul Qadar yang berbeda secara substansial adalah sebagai berikut:
1. "اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي"
Artinya, "Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pengampun yang pemurah. Engkau juga menyukai ampunan. Oleh karena itu, ampunilah aku (atau kami)."
2. "اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي"
Artinya, "Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pengampun. Engkau juga menyukai ampunan. Oleh karena itu, ampunilah aku (atau kami)."
Penjelasan dari Ustadz Alhafiz menegaskan bahwa versi kedua doa Lailatul Qadar diambil dari hadits yang diriwayatkan oleh lima imam hadits, kecuali Imam Abu Dawud.
Namun, bagaimana cara yang tepat untuk mengamalkan doa Lailatul Qadar? Doa ini bisa dibaca sepanjang bulan Ramadhan atau khususnya pada 10 hari terakhir Ramadhan secara istiqamah.
Mayoritas ulama Mazhab Syafi’i percaya bahwa Lailatul Qadar jatuh pada periode tersebut.
"Mayoritas ulama Mazhab Syafi’i berpendapat bahwa Lailatul Qadar jatuh pada salah satu dari 10 malam terakhir Ramadhan.
Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak doa Lailatul Qadar pada kesempatan tersebut," ungkap Wakil Sekretaris LBM PBNU.
Dengan memahami anjuran Nabi Muhammad SAW terkait doa pada malam Lailatul Qadar serta cara mengamalkannya, diharapkan umat Muslim dapat meraih keberkahan dan ampunan yang melimpah dari Allah SWT di bulan suci Ramadhan.
Semoga dengan amalan yang dilakukan dengan penuh ikhlas, umat Islam dapat merasakan berkah dan rahmat yang tak terhingga.***