News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Ironi High Heels: Dari Alas Kaki Prajurit Garang hingga Simbol Penampilan Elegan

Ina Herdiyana • Kamis, 12 Februari 2026 | 14:23 WIB
High heels
High heels

RadarBangkalan.id – Jika  atau sepatu hak tinggi high heels dianggap sebagai simbol feminitas murni, kita perlu menengok ulang sejarah.

Faktanya, sepatu yang kini identik dengan keanggunan wanita ini memiliki asal-usul yang jauh dari kesan lembut.

Heels pada mulanya diciptakan untuk pria sebagai perlengkapan perang yang maskulin dan garang.

Pada abad ke-10, pasukan kavaleri Persia menggunakan hak pada sepatu mereka agar kaki tetap stabil dan kokoh saat berpijak di sanggurdi kuda ketika memanah.

Jadi, jauh sebelum melenggang di catwalk, heels adalah alat fungsional bagi para prajurit untuk membunuh musuh dengan lebih presisi.

Masuk ke abad ke-17 di Eropa, heels berubah fungsi menjadi simbol status sosial. Raja Louis XIV dari Prancis adalah salah satu yang bisa kita sebut sebagai "influencer" pertamanya.

Karena tinggi badannya yang hanya sekitar 160 cm, ia menggunakan hak setinggi 10 cm yang dicat warna merah untuk menunjukkan dominasi dan kekuasaan.

Di era itu, semakin tinggi hak sepatu seseorang, semakin tinggi pula derajat sosialnya. Rakyat jelata dilarang keras menggunakan hak berwarna merah atau setinggi milik sang raja.

Baru pada abad ke-18, narasi ini bergeser, wanita mulai mengadopsi elemen busana pria, termasuk sepatu hak tinggi, sebagai upaya untuk terlihat lebih maskulin dan setara secara intelektual.

Seiring berjalannya waktu, pria justru mulai meninggalkan tren ini karena dianggap tidak praktis, menyisakan heels sebagai atribut permanen dalam lemari sepatu wanita.

Namun di balik estetika kaki yang terlihat lebih jenjang, ada harga yang harus dibayar mahal.

Baca Juga: 4 Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak, Online dan Offline Resmi

Secara anatomi, menggunakan heels memaksa tubuh menumpu beban pada bagian depan kaki secara tidak alami dan tekanan pada lutut meningkat hingga 26% saat seseorang menggunakan sepatu hak tinggi.

Belum lagi risiko pemendekan otot betis dan pergeseran tulang belakang jika digunakan dalam durasi panjang.

Kini, heels berdiri di persimpangan jalan, antara simbol kekuatan dan atribut kaki yang rela ditahan demi penampilan.

Sebuah bukti bahwa sejarah fashion sering kali bergerak secara ironis dari medan perang Persia menjadi teman setia perempuan modern yang ingin tampil modis. (Athoya Hanin)

Editor : Ina Herdiyana
#prajurit #alas kaki #elegan #high heels #penampilan