Radarbangkalan.id - Pertandingan sengit antara Timnas Indonesia dan Irak di Ahmad bin Ali Stadium menjadi sorotan, terutama setelah wasit mengesahkan gol kedua Irak yang kontroversial.
Gol tersebut dicetak oleh Osama Rashid pada injury time babak pertama yang berjalan selama 7 menit.
Babak pertama pertandingan ini diwarnai oleh peluang-peluang menarik dari kedua tim. Pada menit ke-5, Indonesia hampir mencetak gol melalui bola muntah hasil lemparan Pratama Arhan yang nyaris dimanfaatkan oleh Marselino Ferdinan.
Irak kemudian membuka skor lewat gol Mohanad Ali pada menit ke-17, yang kemudian dibalas oleh Marselino Ferdinan pada menit ke-37.
Namun, sebelum jeda, Irak berhasil unggul melalui gol kontroversial yang memicu perdebatan.
Baca Juga : Empat korban Carok Massal di Tanjung Bumi dibawa ke RSUD Syamrabu Bangkalan, Proses Autopsi Dikawal Ketat Polisi
Gol kedua Irak itu dianggap offside, dengan argumen bahwa pemain Irak nomor 20, Osama, menyentuh bola sebelum bola disundul oleh Mohanad nomor 10.
Wasit, Tantashev Ilgiz asal Uzbekistan, setelah berdiskusi dengan tim VAR, memutuskan untuk tetap mengesahkan gol Irak.
Keputusan ini membuat Indonesia tertinggal 1-2 sebelum turun minum.
Baca Juga : KA Pandalungan Selesai Dievakuasi, Kini Jalur Kereta Api Normal Kembali
Debat seputar keputusan wasit semakin memanas setelah pertandingan. Komnentator di televisi dan warganet di media sosial aktif membicarakan kontroversi ini.
ESPN.UK melaporkan bahwa menurut aturan 'What is the Attacking Phase of Play?' atau 'Apa Fase Permainan Menyerang?', gol tersebut dianggap sah karena VAR memandangnya sebagai dua fase menyerang yang berbeda.
Baca Juga : Terungkap Motif Carok di Bangkalan yang menewaskan 4 Orang : Sorot Lampu Motor Berujung Maut
Momen offside terjadi saat Indonesia mendapat bola melalui Rafel Struick, dan wasit menganggap itu sebagai keuntungan bagi Indonesia.
Ini menjadi poin yang sangat subyektif dan memicu kontroversi. Setelah momen tersebut, ketika Struick gagal membersihkan bola, bola kembali ke pemain Irak, dan inilah yang dianggap sebagai momen baru yang tidak berhubungan dengan momen pertama.
Meskipun Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Irak dengan skor akhir 1-3, gol semata wayang Marselino Ferdinan di menit ke-37 memberikan semangat bagi tim.
Gol-gol Irak dicetak oleh Mohammad Ali pada menit ke-17, Osama Rashid pada menit ke-45 7, dan Aymen Hussein pada menit ke-75.
Baca Juga : Pengungkapan Jaringan Pencurian Kendaraan di Gudang TNI Polda Metro Jaya Koordinasi dengan Polisi Timor Leste
Meski mengalami kekalahan, Indonesia masih memiliki dua pertandingan tersisa melawan Vietnam (19/1) dan Jepang (24/1).
Peluang untuk lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 masih terbuka lebar jika Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong mampu memaksimalkan kedua pertandingan tersebut.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut menargetkan 1 kemenangan, 1 seri, dan 1 kekalahan dalam upaya mencapai target lolos ke babak berikutnya. ***