BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Kopi hangat, obrolan serius, dan semangat membara menyatu dalam sebuah pertemuan penuh makna antara Wakil Bupati Bangkalan, Fauzan Ja’far, dan manajemen Perseba Bangkalan, Kamis malam (18/7). Bukan sekadar nongkrong di kafe, tapi momentum menyusun arah baru bagi klub kebanggaan kota dzikir dan salawat ini.
Wabup Fauzan hadir dengan gaya santainya. Tapi, ucapannya tegas dan berisi. Ia tak hanya datang sebagai pejabat, tapi juga sebagai warga Bangkalan yang mencintai Perseba sepenuh hati.
“Sepak bola ini harga diri. Jangan dianggap remeh. Pemerintah harus mulai turun tangan. Dan saya siap dukung penuh!” katanya sambil menyeruput kopi, dengan raut serius tapi bersahabat.
Di tengah diskusi yang mengalir, Fauzan menyentil soal dana. Dukungan anggaran dari pemerintah? Boleh saja. Tapi jangan asal-asalan. Semuanya harus sesuai rel.
“Kalau pakai APBD bisa saja. Tapi bentuknya hibah. Dan harus lewat KONI, nggak bisa langsung ke klub,” terang dia.
Fauzan tahu betul posisi Perseba masih sebagai klub amatir. Itu artinya, tak bisa langsung menerima dana dari pemerintah. Ada prosedur. Ada regulasi. Dan semuanya harus dilalui.
Menurut dia, KONI adalah jembatan sah antara Pemkab dan semua cabang olahraga. Termasuk sepak bola. Dan lewat jalur inilah, skema bantuan bisa disusun rapi tanpa menabrak aturan.
“Setelah ini, saya akan duduk bareng Pak Bupati. Kita pikirkan skema terbaik. Yang penting sah secara aturan, tapi tetap memberi efek besar untuk perkembangan klub,” ujarnya mantap.
Tak berhenti di anggaran, Fauzan juga menyoroti kondisi tribun suporter yang dinilainya mulai meredup. Dulu semangat mereka membara. Kini, mulai pecah dan kurang kompak.
“Atmosfernya beda. Dulu suporter dekat sama pemain, dekat juga sama pengurus. Sekarang mulai renggang. Ini tanda tanya besar. Harus dibenahi,” ujarnya.
Fauzan tak ingin hanya manajemen dan pemerintah yang bergerak. Ia mengajak suporter kembali ke tribun, kembali satu hati, dan kembali jadi kekuatan utama klub.
“Perseba ini bukan milik segelintir orang. Ini punya kita semua. Kalau semua pegang tanggung jawab, saya yakin klub ini bisa melangkah lebih jauh,” tandasnya, penuh harap.
Baca Juga: Bruno Moreira Cetak Gol Kemenangan, Persebaya Bungkam PSS Sleman di Laga Team Launching
Pertemuan malam itu bukan sekadar diskusi ringan. Tapi cermin harapan. Bahwa Perseba Bangkalan punya masa depan. Asal semua elemen mau turun tangan, gotong-royong, dan tinggalkan ego.
Wabup Fauzan sudah memberi sinyal kuat. Kini tinggal bagaimana klub, pemain, suporter, dan Pemkab bisa melangkah bersama dalam satu tujuan: menjadikan Perseba bukan hanya kebanggaan, tapi juga simbol kejayaan Bangkalan di kancah sepak bola nasional.
Editor : Mohammad Sugianto