PAMEKASAN – Turnamen Bupati Cup 2025 resmi berakhir Minggu (31/8). Turnamen yang berlangsung lebih dari sepekan itu menghadirkan persaingan antarklub dan menjadi sarana pembinaan pesepak bola muda di Madura.
Sebanyak 32 tim ambil yang bagian dalam turnamen itu. Perinciannya, 20 tim dari Kota Gerbang Salam, 9 dari Sampang, dan 3 dari Sumenep. Banyaknya jumlah peserta menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi.
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menyatakan, penyelenggaraan turnamen itu lebih dari sekadar mencari juara.
Sebab, ajang itu bisa menjadi wadah bagi pesepak bola lokal untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalamannya.
”Turnamen ini menjadi cermin perkembangan sepak bola kita. Dari sini akan lahir bibit-bibit baru yang bisa dibina untuk membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi,” ungkap bupati yang juga Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Matsaratul Huda, Panempan, Pamekasan, itu.
Wakil Ketua Askab PSSI Pamekasan Haqi menyatakan, Bupati Cup 2025 diharapkan bisa membuka jalan menuju karier profesional.
Pihaknya meyakini, lewat pembinaan yang konsisten, talenta Madura bisa bersaing dengan pesepak bola dari daerah lain di Indonesia.
”Kompetisi adalah kunci. Tanpa kompetisi, sulit bagi pemain untuk berkembang. Mereka bisa merasakan atmosfer pertandingan yang sesungguhnya melalui kompetisi resmi. Tentunya, harapan kami dari Bupati Cup ini ada (pemain, Red) yang dilirik klub besar untuk bermain di level profesional,” katanya. (afg/jup)
Editor : Ina Herdiyana