PAMEKASAN – Puluhan pemain muda mengikuti seleksi terbuka yang digelar Persepam Pamekasan.
Seleksi itu merupakan bagian dari persiapan menghadapi Liga 4 Jawa Timur. Mereka menjalani serangkaian uji kemampuan, mulai dari teknik dasar, kecepatan, hingga permainan dalam format kecil.
Para talenta muda itu berada di bawah pemantauan tim pelatih dan pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Pamekasan.
Peserta antre untuk unjuk kualitas. Suasana kian riuh ketika proses seleksi dimulai. Saat itu, setiap peserta dipaksa menampilkan kemampuan terbaik dalam waktu terbatas.
Wakil Ketua Askab PSSI Pamekasan Haqi menyatakan, pada hari pertama dikhususkan bagi pemain kelahiran 2003–2008.
”Total sekitar 60–70 pemain turun bergiliran, mulai dari teknik dasar, kecepatan, hingga permainan dalam format kecil. Tim pelatih memasang standar tinggi. Salah sedikit saja, peserta langsung tersisih. Seleksi ini memang dirancang ketat,” ucap Haqi.
Dia menuturkan, pembentukan Persepam musim ini harus dilakukan dengan serius karena menjadi momentum kebangkitan sepak bola Pamekasan.
Dia ingin memastikan Persepam diisi pemain yang benar-benar siap. ”Seleksi ini bukan formalitas. Kami butuh skuad yang kompetitif dan punya karakter kuat,” tuturnya.
Menurut Haqi, antusiasme peserta menunjukkan besarnya minat pemain lokal untuk tampil di level resmi. Askab PSSI Pamekasan mendorong Persepam memaksimalkan potensi putra daerah.
Namun, tetap membuka peluang bagi pemain luar yang memiliki kualitas lebih baik. ”Yang lolos harus murni karena kemampuan. Tidak ada titipan. Ini komitmen kami,” tegasnya.
Haqi menambahkan, pemain yang lolos langsung dijadwalkan mengikuti latihan rutin dan uji coba internal untuk mematangkan taktik. (afg/yan)
Editor : Ina Herdiyana