News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

PM Inggris Dukung FIFA Selidiki Spanduk 'Malvinas Milik Argentina' Usai Semifinal Piala Dunia 2026

Ubaidillah • Jumat, 17 Juli 2026 | 06:45 WIB
PM Inggris Keir Starmer. (DW News)
PM Inggris Keir Starmer. (DW News)

 

RadarBangkalan.id - Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mendukung desakan agar FIFA menyelidiki aksi sejumlah pemain Timnas Argentina yang membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Malvinas milik Argentina" setelah semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris.

Aksi tersebut terjadi seusai Argentina mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 di Atlanta dan memastikan tiket ke final Piala Dunia 2026. Spanduk itu kembali memunculkan polemik terkait sengketa Kepulauan Falkland (Malvinas) antara Inggris dan Argentina.

Baca Juga: Enzo Fernandez Provokasi Suporter Inggris Usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Starmer Dukung Investigasi FIFA

Menurut laporan The Guardian, Jumat (17/7/2026), Downing Street menyatakan Keir Starmer mendukung pernyataan Menteri Perdagangan Inggris, Peter Kyle, yang meminta FIFA menyelidiki apakah aksi para pemain Argentina melanggar aturan mengenai larangan aktivitas politik dalam sepak bola.

Juru bicara Downing Street menegaskan bahwa posisi pemerintah Inggris terkait Kepulauan Falkland tidak berubah.

"Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Kepulauan Falkland jelas milik kami. Penentuan nasib sendiri berada di tangan penduduk pulau dan komitmen kami terhadap Falkland tidak akan pernah goyah," demikian pernyataan juru bicara.

Baca Juga: Argentina Lolos ke Final Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Inggris 2-1, Messi Sumbang Assist

Meski demikian, pemerintah Inggris menegaskan bahwa keputusan mengenai kemungkinan sanksi sepenuhnya menjadi kewenangan FIFA.

Baca Juga: Jadwal Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina, Duel Juara Eropa Kontra Juara Bertahan

Peter Kyle Sebut Pelanggaran Berat

Sehari sebelumnya, Peter Kyle menyebut aksi pembentangan spanduk tersebut sebagai dugaan pelanggaran serius terhadap prinsip FIFA yang memisahkan politik dari sepak bola.

Menurutnya, Piala Dunia memiliki aturan yang jelas mengenai larangan aktivitas politik selama kompetisi berlangsung.

Ia berharap FIFA melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk menentukan apakah terdapat pelanggaran disiplin.

Baca Juga: Prancis Dibungkam Spanyol, Lamine Yamal Jadi Pembeda di Semifinal Piala Dunia 2026

Argentina ke Final Hadapi Spanyol

Di tengah kontroversi tersebut, Argentina tetap bersiap menghadapi laga final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol yang akan berlangsung pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat.

Saat ditanya mengenai dukungannya pada laga final, juru bicara Starmer menyatakan Perdana Menteri mendoakan yang terbaik bagi kedua tim, "terutama Spanyol."

Sengketa Falkland Kembali Jadi Sorotan

Polemik mengenai Kepulauan Falkland atau Malvinas telah berlangsung selama puluhan tahun.

Hubungan kedua negara kembali memanas setelah Argentina memprotes pelayaran kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Medway, yang melintas dari Falkland menuju Chili pada awal Juli.

Pemerintah Inggris menegaskan kapal tersebut beroperasi sesuai hukum internasional dan telah memberikan pemberitahuan sebelumnya kepada pemerintah Argentina.

Baca Juga: Legenda Argentina Antonio Rattín Meninggal Dunia, Tim Tango Beri Penghormatan di Piala Dunia 2026

Sementara itu, Pemerintah Kepulauan Falkland mengecam aksi para pemain Argentina dan berharap FIFA tetap konsisten menerapkan aturan yang melarang unsur politik dalam olahraga.

Menunggu Sikap FIFA

Hingga kini, FIFA belum mengumumkan apakah akan membuka penyelidikan resmi terkait insiden tersebut.

Apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap regulasi kompetisi, badan sepak bola dunia itu dapat mempertimbangkan langkah disipliner sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Jayden Adams Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun, Gelandang Afrika Selatan yang Tampil di Piala Dunia 2026

Editor : Ubaidillah
pm inggris kepulauan falkland lionel messi fifa argentina