Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026, Ini Alasan Aleksander Ceferin Absen

Ubaidillah • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 10:34 WIB
Presiden UEFA Aleksander Ceferin dalam sebuah pertemuan di markas UEFA, Nyon, Swiss, pada 4 Desember 2019. (AFP/FABRICE COFFRINI)
Presiden UEFA Aleksander Ceferin dalam sebuah pertemuan di markas UEFA, Nyon, Swiss, pada 4 Desember 2019. (AFP/FABRICE COFFRINI)

 

RadarBangkalan.id - Presiden UEFA Aleksander Ceferin memilih tidak menghadiri final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat. Ketidakhadirannya disebut sebagai bentuk protes terhadap sejumlah keputusan FIFA selama penyelenggaraan turnamen yang dinilai kontroversial.

Final Piala Dunia 2026 berlangsung pada Senin (20/7/2026) dan dimenangkan Spanyol dengan skor 1-0 atas Argentina melalui gol Ferran Torres pada menit ke-106. Kemenangan tersebut mengantarkan La Roja meraih gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah.

Baca Juga: Sporting CP Pesta Gol 7-0 atas Strasbourg di Laga Pramusim, Tim Hugo Oliveira Dibantai

Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada pertandingan final. Absennya Ceferin memicu perhatian karena dinilai mencerminkan memburuknya hubungan antara UEFA dan FIFA.

Kasus Balogun Jadi Pemicu Ketegangan UEFA dan FIFA

Menurut laporan The Independent, salah satu penyebab utama ketegangan adalah keputusan Komite Disiplin FIFA yang membatalkan hukuman larangan bermain satu pertandingan terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Baca Juga: Wayne Rooney Kritik Penampilan Paruh Waktu Final Piala Dunia 2026: Benar-Benar Sampah

UEFA sebelumnya mengecam keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya serta sulit dipahami.

Organisasi sepak bola Eropa itu bahkan menilai FIFA telah melewati batas dengan mencabut sanksi yang sebelumnya dijatuhkan kepada Balogun.

Baca Juga: Spanyol Juara Dunia 2026, Argentina Gagal Pertahankan Asa usai Tumbang di Final

Kontroversi semakin membesar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku meminta Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meninjau kembali kartu merah yang diterima Balogun. Situasi itu memunculkan dugaan adanya intervensi politik dalam proses pengambilan keputusan FIFA.

Baca Juga: Fantastis! Harga Tiket Final Spanyol vs Argentina Mulai Rp125 Juta per Orang

Kasus Wasit Omar Artan dan Timnas Iran

Selain kasus Balogun, UEFA juga menyoroti perlakuan terhadap wasit asal Somalia, Omar Artan.

Artan disebut tidak dapat bertugas di Piala Dunia 2026 setelah dipulangkan oleh otoritas Amerika Serikat sebelum turnamen dimulai.

Sebagai bentuk dukungan, UEFA kemudian menunjuk Omar Artan untuk memimpin pertandingan Piala Super UEFA yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.

UEFA juga mengkritik perlakuan terhadap Timnas Iran yang disebut menghadapi persyaratan masuk dan keluar Amerika Serikat lebih ketat dibandingkan peserta lainnya.

Pelatih Iran Amir Ghalenoei bahkan menyebut timnya sebagai "tim paling tertindas" selama Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Dokter Anjurkan Orang Tua Ajak Anak Bermain Sepak Bola Usai Nonton Piala Dunia, Ini Manfaatnya

Kontroversi bertambah setelah Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat Markwayne Mullin menyatakan dirinya "menari kegirangan" ketika Iran tersingkir dari turnamen.

Baca Juga: Tanda-Tanda Kematian yang Muncul di Tangan dan Kaki, Ini Penjelasan Ahli

UEFA Kritik Aturan Baru FIFA

Di luar isu politik, UEFA juga tidak sejalan dengan sejumlah perubahan regulasi yang diterapkan FIFA selama Piala Dunia 2026.

Salah satunya adalah penerapan jeda hidrasi yang dinilai membuat pertandingan terasa seperti terbagi menjadi empat kuarter dan membuka ruang tambahan bagi penayangan iklan.

UEFA juga menyoroti durasi jeda babak pertama pada laga final yang berlangsung selama 27 menit, jauh melampaui ketentuan maksimal 15 menit dalam Laws of the Game.

Baca Juga: Studi Ungkap 5 Profesi yang Dikaitkan dengan Risiko Kanker Ovarium Lebih Tinggi

Selain itu, UEFA memastikan tidak akan mengadopsi sejumlah kebijakan baru FIFA, termasuk interpretasi VAR terkait mistaken identity serta aturan yang memungkinkan pemain dikenai sanksi karena menutupi mulut saat berbicara di lapangan.

Soroti Harga Tiket Piala Dunia

Ceferin sebelumnya juga mengkritik kebijakan penjualan tiket Piala Dunia 2026 yang dinilai terlalu mahal.

Sebagai perbandingan, UEFA memastikan sekitar 40 persen tiket Euro 2028 akan dijual pada kategori harga paling terjangkau, yakni sekitar 30 hingga 60 pound sterling, tanpa menerapkan sistem harga dinamis.

Baca Juga: Kasus Kanker di Indonesia Diprediksi Naik 70 Persen, Kenali 7 Gejala Awal yang Tak Boleh Diabaikan

Meski tidak hadir pada partai final, Ceferin diketahui sempat menghadiri laga pembuka Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Mexico City pada 11 Juni 2026.

Editor : Ubaidillah
final piala dunia 2026 spanyol vs argentina Aleksander Ceferin uefa piala dunia 2026