RadarBangkalan.id - Samsung, sebagai salah satu raksasa teknologi dari Korea Selatan, sedang mempersiapkan diri menghadapi tantangan ekonomi yang tidak pasti.
Dalam langkah yang cukup berani, perusahaan ini meminta para eksekutifnya untuk meningkatkan tingkat kinerja dengan bekerja enam hari dalam seminggu, menyusul kondisi bisnis yang terus berubah dan dinamika global yang tak menentu.
Eksekutif dari berbagai divisi di Samsung, termasuk divisi manufaktur dan penjualan, kini diharapkan untuk menyempatkan waktu di hari Sabtu atau Minggu, mengikuti jadwal kerja standar lima hari seminggu.
Keputusan ini diambil sebagai upaya untuk menghadapi berbagai perubahan dalam lingkungan bisnis, termasuk ketegangan geopolitik yang terus berlanjut, seperti konflik Rusia-Ukraina dan situasi di Timur Tengah.
Samsung berusaha untuk tetap tangguh di tengah tantangan ini dengan menyesuaikan strategi bisnisnya.
Mereka melihat perlunya peninjauan dan modifikasi terhadap rencana bisnis mereka, sehingga waktu tambahan dari hari kerja yang diperpanjang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk adaptasi dan inovasi.
Menurut laporan The Korea Economic Daily, kondisi pasar yang menantang, seperti depresiasi nilai tukar mata uang Won, kenaikan biaya pinjaman, dan fluktuasi harga minyak, telah memberikan tekanan tambahan pada bisnis Samsung.
Terlebih lagi, penurunan permintaan terhadap produk chip juga menjadi faktor penting dalam kinerja keuangan yang mengecewakan pada tahun 2023.
Bisnis chip Samsung menghadapi persaingan yang semakin ketat, terutama dari perusahaan kompetitor seperti SK Hynix.
Namun, Samsung tetap optimis bahwa dengan langkah-langkah yang tepat, mereka dapat mengatasi tantangan ini dan kembali meraih keuntungan.
Salah satu eksekutif Samsung Group menyatakan, "Mengingat kinerja unit-unit utama kami yang di bawah ekspektasi pada tahun 2023, kami memperkenalkan kebijakan enam hari kerja seminggu bagi para eksekutif untuk meningkatkan kesadaran akan krisis dan memberikan upaya maksimal dalam mengatasi tantangan ini."
Kerugian operasional yang signifikan, seperti yang dicatat oleh Samsung pada tahun 2023, khususnya di bisnis semikonduktor, menunjukkan perlunya langkah-langkah perbaikan.
Namun, dengan adanya tanda-tanda peningkatan permintaan chip, Samsung optimis dapat mengubah arah kinerja keuangan mereka.
Penerapan kebijakan enam hari kerja seminggu dimulai dengan eksekutif di berbagai divisi utama seperti Samsung Display Co., Samsung Electro-Mechanics Co., dan Samsung SDS Co.
Kebijakan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas dan responsivitas perusahaan di tengah dinamika pasar yang cepat berubah.
Meskipun langkah ini telah diambil untuk para eksekutif, karyawan di bawah level tersebut akan tetap mengikuti jadwal kerja lima hari seminggu seperti biasa.
Samsung menegaskan komitmennya untuk memastikan keseimbangan kerja yang baik bagi semua anggotanya, sambil tetap fokus pada upaya mengatasi tantangan yang dihadapi dalam ekonomi global yang tidak pasti ini. ***
Editor : Azril Arham