Radarbangkalan.id – Meta memiliki rencana ambisius untuk menantang dominasi Apple dengan mengembangkan perangkat Virtual Reality (VR) yang dilengkapi dengan sistem operasi khusus buatannya sendiri.
Kolaborasi untuk menciptakan perangkat ini melibatkan sejumlah perusahaan, termasuk Microsoft, Lenovo, dan Asus.
Langkah ini akan menempatkan platform Horizon, yang mirip dengan posisi Google pada berbagai merek ponsel saat ini, Horizon merupakan sistem operasi yang dikembangkan oleh Meta untuk kacamata pintar mereka yang dikenal sebagai Quest, sistem operasi ini akan tersedia secara bawaan pada headset yang dikeluarkan oleh Meta.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, memiliki tujuan untuk membangun ekosistem terbuka bagi perangkat VR, ini merupakan langkah yang berbeda dari pendekatan Apple dengan Vision Pro mereka yang lebih tertutup.
Perangkat VR dengan ekosistem yang tertutup cenderung memiliki harga yang tinggi.
Sebagai contoh, Apple menjual Vision Pro dengan harga US$3.500.
Zuckerberg juga menyatakan bahwa langkah baru ini akan menciptakan dinamika pasar yang mirip dengan pasar smartphone, di mana ada pertarungan antara iOS dan Android, dengan Horizon dan visionOS yang dimiliki oleh Apple.
"Dalam setiap era komputasi, selalu ada model yang tertutup dan terbuka. Apple sukses dengan model yang tertutup di industri smartphone.
Mereka mengontrol dengan ketat apa yang bisa Anda lakukan dengan perangkat mereka.
Namun, pendekatan ini tidak selalu diperlukan," ungkap Zuckerberg.
Dengan fokus pada pengembangan perangkat VR dan Augmented Reality (AR), Zuckerberg menyatakan bahwa Meta memiliki potensi untuk menciptakan toko aplikasi sendiri.
Dia juga menyatakan kesiapannya untuk membuat smartphone dengan pendekatan yang lebih terbuka melalui produk-produk perangkatnya.
"Tujuan kami adalah untuk membuat industri perangkat pintar kembali menjadi model terbuka melalui metaverse, kacamata, dan headset," tegas Zuckerberg. ***
Editor : Ajiv Ibrohim