News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Google Mengembangkan Model AI Unggulan untuk Prediksi Bencana Alam di Masa Depan

Azril Arham • Selasa, 30 April 2024 | 06:48 WIB
Ilustrasi Google
Ilustrasi Google

RadarBangkalan.id - Google telah memperkenalkan model AI inovatif yang diklaim mampu memberikan prakiraan cuaca dengan akurasi tinggi dalam skala besar, sambil menjaga biaya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan metode konvensional berbasis fisika.

Diberi nama Scalable Ensemble Envelope Diffusion Sampler (SEEDS), model AI ini menandai langkah maju dalam teknologi prediksi bencana alam.

Dilansir dari Live Science, SEEDS merupakan produk terbaru dari upaya Google dalam menggabungkan kecerdasan buatan dengan pemodelan lingkungan.

Model ini memiliki kemiripan dengan Large Language Models (LLMs) yang populer seperti Chat GPT dan Sora, yang telah sukses dalam menghasilkan konten visual dari input teks.

Menurut laporan yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances pada 29 Maret 2024, SEEDS menggunakan pendekatan ansambel untuk menghasilkan prakiraan cuaca lebih cepat dan ekonomis.

Dengan mempercepat proses dan mengurangi biaya, SEEDS memberikan harapan baru dalam upaya memprediksi dan menghadapi bencana alam.

Cuaca merupakan fenomena kompleks dengan banyak variabel yang berpotensi menyebabkan bencana yang merusak.

Dengan semakin seringnya kejadian cuaca ekstrem dan perubahan iklim yang memburuk, kemampuan untuk memprediksi bencana alam secara akurat menjadi semakin penting.

Prediksi yang tepat waktu dapat menyelamatkan banyak nyawa dengan memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

Metode prediksi cuaca berbasis fisika yang umum digunakan saat ini memerlukan pengumpulan data yang luas dan proses yang rumit untuk menghasilkan prakiraan yang memadai.

SEEDS, di sisi lain, mampu menghasilkan berbagai kemungkinan prakiraan dengan cepat dan efisien, bahkan untuk peristiwa cuaca ekstrem.

Salah satu tantangan utama dalam prediksi cuaca adalah ketidakpastian yang terkait dengan kondisi awal dan variasi yang cepat dari variabel cuaca.

SEEDS mengatasi tantangan ini dengan menggunakan pendekatan ansambel yang memungkinkan untuk memperkirakan berbagai skenario dengan lebih baik.

Google telah menguji SEEDS dengan sukses dalam memprediksi peristiwa cuaca ekstrem seperti gelombang panas di Eropa pada tahun 2022.

Dalam contoh tersebut, SEEDS mampu memberikan peringatan dini dengan akurasi yang tinggi, bahkan ketika metode prediksi tradisional gagal mendeteksinya.

Selain itu, Google juga menyoroti efisiensi SEEDS dalam hal biaya dan pengolahan data.

Dibandingkan dengan metode konvensional, SEEDS mengurangi biaya komputasi secara signifikan dan dapat dengan mudah ditingkatkan sesuai kebutuhan.

Dengan demikian, model AI SEEDS menjanjikan terobosan baru dalam prediksi bencana alam di masa depan.

Dengan kemampuannya untuk menghasilkan prakiraan yang akurat dalam waktu singkat dan biaya yang terjangkau, SEEDS memiliki potensi untuk menyelamatkan banyak nyawa dan mengurangi dampak dari bencana alam yang tak terelakkan. ***

Editor : Azril Arham
#model #prediksi #masa depan #bencana alam #ai #kecerdasan buatan #artificial intelligence #google