News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Elon Musk Diprediksi Bakal Cuan Rp105 T Sepanjang Tahun 2024 Dari Bisnis Internet Starlink di Indonesia

Azril Arham • Selasa, 14 Mei 2024 | 07:20 WIB
Satellite Internet Starlink
Satellite Internet Starlink

RadarBangkalan.id - Belakangan ini, kehadiran Starlink, perusahaan yang dimiliki oleh salah satu tokoh terkaya di dunia, Elon Musk, telah menjadi sorotan utama di Indonesia.

Dengan hanya membutuhkan modal sebesar Rp750.000, pengguna Starlink dapat menikmati koneksi internet super cepat dengan kecepatan melebihi 100 mbps.

Fenomena ini tidak hanya mengubah dinamika pasar penyedia layanan internet di Indonesia tetapi juga memicu persaingan yang semakin ketat di industri tersebut.

Dengan pertumbuhan pasar Starlink yang pesat di Indonesia, proyeksi pendapatan perusahaan ini menjadi sangat menarik.

Diprediksi bahwa pada tahun 2024, Starlink akan meraup pendapatan sekitar US$6,6 miliar atau sekitar Rp105,96 triliun, menandai peningkatan sebesar 80% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada bulan April 2024, SpaceX telah berhasil mengoperasikan sebanyak 6.300 satelit Low Earth Orbit (LEO).

Satelit-satelit yang beroperasi di orbit rendah ini juga diharapkan akan menghasilkan aliran kas sebesar US$600 juta atau sekitar Rp9,63 triliun.

Proyeksi ini didasarkan pada laporan dari Quilty Space yang mengutip sumber dari ArsTechnica.

Menurut laporan tersebut, pendapatan yang dihasilkan oleh Starlink tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan itu sendiri tetapi juga bagi SpaceX, perusahaan Induk dari Starlink.

Chris Quilty, salah satu pendiri Quilty Space, menyoroti bahwa integrasi vertikal SpaceX dalam desain satelit telah berhasil mengurangi biaya peluncuran dan manufaktur secara signifikan.

Quilty juga menambahkan bahwa proyeksi pendapatan mencapai US$6,6 miliar, yang menandai peningkatan sebesar 80% dari tahun sebelumnya, menunjukkan pencapaian luar biasa bagi bisnis Starlink dalam tiga tahun terakhir.

"Prestasi yang telah diraih oleh Starlink dalam beberapa tahun terakhir ini sungguh luar biasa," kata Quilty, mengutip dari laporan Satelite Today pada Minggu (12/5/2024).

Selain itu, laporan tersebut juga memperkirakan bahwa Starlink akan mencatat EBITDA sebesar US$3,8 miliar pada tahun yang sama.

SpaceX, seperti yang dilaporkan oleh Neowin pada Minggu (12/5/2024), telah berhasil meluncurkan lebih dari 6.300 satelit, dengan serangkaian peluncuran terakhir dilakukan ke orbit pekan ini.

Keberhasilan SpaceX dalam mengelola proyek Starlink terletak pada kemampuannya untuk meluncurkan satelit dengan biaya yang relatif rendah menggunakan roket Falcon 9 yang dapat digunakan kembali.

Ars Technica meramalkan bahwa bisnis Elon Musk akan semakin berkembang ketika roket raksasa Starship mulai beroperasi.

Dengan kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan dengan Falcon 9, Starship memungkinkan Starlink untuk meluncurkan versi baru dan lebih berat dari satelitnya ke orbit, sehingga menyediakan koneksi langsung ke seluler tanpa perlu tergantung pada terminal pengguna.

Layanan Starlink menawarkan berbagai paket dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp750.000 per bulan untuk paket termurah.

Layanan internet berkecepatan tinggi ini disediakan melalui jaringan satelit milik Elon Musk yang menjangkau seluruh dunia.

Untuk layanan residensial standar, biaya abonemen bulanan sebesar Rp750.000 memberikan akses tanpa batas bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem.

Sementara itu, harga perangkat keras Starlink bervariasi mulai dari Rp7,8 juta hingga Rp43,72 juta, yang harus ditambahkan ke biaya abonemen paket layanan. ***

Editor : Azril Arham
#harga langganan starlink #internet starlink #Starlink SpaceX #starlink wifi #kelebihan starlink #starlink indonesia #Situs Starlink Indonesia #biaya pemasangan starlink #starlink speed #Situs Starlink #layanan internet starlink