RadarBangkalan.id - Starlink, perusahaan satelit besutan Elon Musk dengan reputasi unggul dalam penyediaan kapasitas satelit, akan segera beroperasi di Indonesia.
Starlink memproyeksikan optimasi kapasitas satelitnya dengan masuk ke pasar Indonesia, yang memiliki potensi besar untuk memperluas jangkauan internet di berbagai wilayah.
Starlink, menggunakan skema bisnis apapun, akan mendapatkan keuntungan besar jika dapat beroperasi di Indonesia.
Perusahaan ini cukup agresif dalam ekspansinya ke Indonesia karena mereka sangat memperhatikan umur desain satelit Starlink yang singkat.
Oleh karena itu, waktu untuk Starlink masuk ke Indonesia menjadi komponen kritis terhadap perhitungan investasi global mereka.
Di sisi lain, Pemerintah Indonesia melalui Kemenko Marves telah membuka peluang investasi untuk Starlink.
Kementerian Kesehatan juga berminat menggunakan layanan Starlink untuk meningkatkan layanan kesehatan di Indonesia.
Kehadiran Starlink diharapkan dapat memberikan akses internet ke daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.
Selain akses internet di daerah terpencil, pemerintah Indonesia berharap masuknya Starlink dapat menarik investasi dari Tesla dan pengembangan baterai listrik yang juga dimiliki oleh Elon Musk.
Namun, penting bagi pemerintah untuk menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat agar kehadiran Starlink tidak menghambat berkembangnya industri nasional.
Pemerintah Indonesia perlu memastikan bahwa persaingan usaha tetap sehat dan mencegah praktek monopoli atau dominasi pasar yang tidak sehat oleh Starlink.
Untuk itu, Starlink juga diharapkan mendukung dan memperkuat kapabilitas industri telekomunikasi nasional melalui transfer teknologi, pelatihan tenaga kerja lokal, dan kemitraan strategis dengan perusahaan nasional.
Dengan cara ini, Starlink dapat menjadi mitra yang berkelanjutan bagi industri telekomunikasi Indonesia.
Ini akan meningkatkan kapabilitas teknis dan operasional sektor ini secara keseluruhan.
Investasi yang diterima pemerintah tidak hanya datang langsung dari layanan Starlink tetapi juga melalui peningkatan kapabilitas industri nasional.
Kehadiran Starlink di Indonesia diharapkan melalui kerjasama dengan penyelenggara lokal, dimana Starlink menyediakan jaringan backhaul dan industri nasional memberikan layanan langsung kepada masyarakat.
Model segregasi layanan ini akan menciptakan solusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Pemerintah dapat memastikan bahwa layanan internet di wilayah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal) terpenuhi, sementara Elon Musk dapat berinvestasi di Indonesia dan meningkatkan pendapatan negara melalui pajak.
Pemerintah Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan masyarakat dapat mengakses layanan tersebut dengan baik, terutama dalam sektor pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan.
Pemerintah perlu menyediakan anggaran yang memadai untuk kementerian dan lembaga terkait guna belanja layanan internet melalui penyelenggara telekomunikasi nasional.
Anggaran ini dapat dialokasikan untuk memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya.
Selain itu, pemerintah harus memainkan peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang diperlukan, seperti gateway di berbagai daerah.
Starlink harus membantu dalam pembangunan fasilitas pendukung ini dan menyediakan layanan pre-sales serta after-sales yang memadai.
Kerjasama ini akan menguntungkan penyelenggara telekomunikasi nasional dengan memberikan variasi layanan satelit kepada masyarakat dan edukasi tentang jenis layanan, manfaat, serta harga yang wajar.
Dengan akses internet yang memadai, masyarakat dapat mengakses informasi kesehatan penting, layanan kesehatan jarak jauh, dan layanan publik online seperti pembayaran pajak dan pendaftaran kendaraan.
Ini akan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan, membawa manfaat besar bagi masyarakat. ***
Editor : Azril Arham