News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Sempat Nge-lag Saat Uji Coba di Bali, Kecepatan Koneksi Starlink Dipertanyakan

Azril Arham • Rabu, 22 Mei 2024 | 04:55 WIB
Elon Musk saat peresmian jaringan internet Starlink di Denpasar, Bali. (Foto: Rizki Setyo Samudero/detikBali)
Elon Musk saat peresmian jaringan internet Starlink di Denpasar, Bali. (Foto: Rizki Setyo Samudero/detikBali)

RadarBangkalan.id - Koneksi internet Starlink baru-baru ini menghadapi tantangan serius dalam uji coba di Puskesmas Pembantu Sumerta Kelod, Denpasar, Bali, pada Minggu lalu.

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang kualitas koneksi yang ditawarkan oleh layanan tersebut.

Menyikapi masalah koneksi yang mengalami lag ini, Ardi Sutedja, Ketua dan Pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), memberikan pandangannya.

Dia menekankan pentingnya bagi masyarakat dan pejabat di Indonesia untuk tidak tergesa-gesa dalam mengadopsi Starlink karena FOMO (Fear of Missing Out).

Menurut Ardi, meskipun jumlah pengguna Starlink masih terbatas setelah layanan ini baru diluncurkan di Indonesia, tetapi kualitas layanan broadband yang ditawarkan perlu dipertanyakan secara lebih mendalam.

Dia menyatakan kekhawatirannya terhadap kapasitas sebenarnya yang disiapkan oleh Starlink untuk melayani konsumen, yang belum pernah diungkapkan secara jelas oleh perusahaan tersebut.

Berdasarkan pengalamannya, Ardi juga menyoroti berbagai kendala teknis yang dihadapi oleh teknologi satelit, termasuk kelemahan dalam menghadapi hambatan fisik seperti pepohonan atau bangunan yang dapat mengganggu sinyal.

Menariknya, berdasarkan laporan Ookla Research per November 2023, kecepatan rata-rata Starlink di Amerika Serikat mencapai 79 Mbps.

Namun, kecepatan ini jauh di bawah layanan AT&T Fiber yang mencapai 325 Mbps, menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan dalam hal kecepatan.

Ardi juga menjelaskan bahwa perangkat penerima (ground segment) yang dipasarkan di Indonesia saat ini adalah generasi ke-2, sementara Starlink sudah merilis generasi ke-3 dan 4.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa perangkat yang tersedia di pasar Indonesia mungkin tidak memiliki kinerja atau fitur terbaru yang ditawarkan oleh Starlink.

Menyikapi hal ini, Ardi menyoroti strategi pemasaran yang mungkin dilakukan oleh Starlink di Indonesia.

Dia mencatat bahwa perangkat penerima yang dijual di Indonesia terkesan murah karena merupakan stok lama yang belum terjual di pasar lain.

Namun, untuk mendapatkan perangkat dengan fitur terbaru, konsumen harus siap membayar lebih mahal.

Dalam konteks ini, penawaran harga yang menarik mungkin menjadi daya tarik utama bagi konsumen, namun penting untuk dipertimbangkan bahwa harga yang lebih rendah mungkin juga mencerminkan kualitas atau fitur yang lebih rendah.

Oleh karena itu, konsumen perlu mempertimbangkan secara cermat sebelum membuat keputusan pembelian.

Dengan demikian, sementara Starlink menawarkan potensi untuk mengatasi tantangan konektivitas di daerah yang sulit dijangkau, masih ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab terkait dengan kualitas dan ketersediaan layanan ini di pasar Indonesia. ***

Proses tanam.
Proses tanam.
Photo
Photo
Editor : Azril Arham
#harga internet starlink #Paket Harga Internet Starlink #koneksi internet Starlink #Paket Starlink #Kecepatan Starlink #starlink indonesia #Starlink #elon musk luncurkan starlink di indonesia #Jaringan internet Starlink #starlink speed