RadarBangkalan.id - Miliarder Elon Musk, tokoh utama di SpaceX dan Tesla, memproklamirkan pandangannya bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berpotensi menghilangkan sebagian besar pekerjaan manusia di masa depan.
Tetapi apakah kita benar-benar akan melihat gelombang besar pengangguran akibat AI?
Menurut Elon Musk, dalam sebuah wawancara dengan The Independent pada tanggal 28 Mei 2024, masa depan yang dijalankan sepenuhnya oleh AI bukanlah sesuatu yang buruk.
Ia melihatnya sebagai sebuah kesempatan di mana pekerjaan akan menjadi "pilihan" bagi manusia.
"Jika Anda ingin melakukan pekerjaan yang mirip dengan hobi, Anda bisa melakukannya. Namun jika tidak, AI dan robot akan menyediakan barang dan jasa apa pun yang Anda butuhkan," jelasnya melalui webcam dalam acara VivaTech.
Meskipun AI telah membuat kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir, masih ada upaya besar dari regulator, perusahaan, dan pengguna untuk menggunakan teknologi ini dengan bertanggung jawab.
Musk menekankan pentingnya peran manusia dalam memberikan makna pada AI, menyoroti bahwa kontrol dan pembatasan terhadap akses media sosial anak-anak perlu dilakukan, mengingat bahwa platform-platform tersebut "sedang diprogram oleh AI yang memaksimalkan dopamin."
Seiring dengan perkembangan AI, industri layanan komunikasi juga menghadapi perubahan besar.
Menurut studi yang dilakukan oleh Ciena, pelaku bisnis jasa layanan komunikasi melihat potensi AI untuk meningkatkan efisiensi operasional jaringan hingga lebih dari 40%.
Hasil survei dari lembaga yang sama menunjukkan bahwa 85% responden, terdiri dari ahli telekomunikasi dan teknologi informasi, percaya bahwa layanan komunikasi memiliki kemampuan untuk memonetisasi lalu lintas AI di seluruh jaringan.
Studi ini menyoroti pentingnya mengadopsi solusi-solusi baru dalam infrastruktur dan operasi jaringan fiber untuk meningkatkan kinerja jaringan.
Salah satu strategi yang paling populer di antaranya adalah penggunaan perangkat lunak analisis lalu lintas dan jaringan terbaru (dipilih oleh 49% responden), peningkatan sakelar dan router (43%), serta investasi dalam teknologi 800G (40%).
Selain itu, ada penekanan pada pendekatan multisegmen yang diadopsi oleh para operator untuk meningkatkan kapasitas jaringan.
Hampir semua responden (99%) percaya bahwa peningkatan pada infrastruktur jaringan fiber optik sangat diperlukan untuk mendukung lalu lintas AI yang semakin meningkat.
Meskipun ada ketidakpastian tentang dampak yang akan ditimbulkan oleh perkembangan AI, penting untuk memahami bahwa teknologi ini juga membawa peluang baru.
Dengan penggunaan yang bijak dan bertanggung jawab, AI dapat menjadi alat yang memperkaya kehidupan manusia, baik dalam konteks pekerjaan maupun layanan komunikasi. ***
Editor : Azril Arham