News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

ASEAN Perkuat Pertahanan Informasi Melalui Kursus Lawan Disinformasi di Singapura

Mohammad Sugianto • Jumat, 11 Juli 2025 | 16:40 WIB
Kursus Countering Disinformation in the Defence Sectoral pada 29 Juni hingga 4 Juli 2025 di Singapura.
Kursus Countering Disinformation in the Defence Sectoral pada 29 Juni hingga 4 Juli 2025 di Singapura.

Radarbangkalan.id – Dalam menghadapi ancaman non-konvensional seperti serangan siber, disinformasi, dan misinformasi digital yang semakin terorganisir dan meluas, negara-negara ASEAN mengambil langkah bersama untuk memperkuat ketahanan informasi di kawasan.

Sebagai bentuk konkret dari komitmen ini, ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM) melalui lembaga ADMM Cybersecurity and Information Centre of Excellence (ACICE) menggelar Kursus Countering Disinformation in the Defence Sectoral pada 29 Juni–4 Juli 2025 di Singapura. Kegiatan ini diikuti oleh delegasi dari seluruh negara anggota ASEAN.

Indonesia mengirim dua delegasi, salah satunya Kolonel Dedy Yulianto, perwira menengah dari Kementerian Pertahanan RI, yang saat ini menjabat sebagai Analis Madya Bidang Humas di Biro Informasi dan Humas Kemhan.

“Kursus ini sangat penting dalam membangun pemahaman dan kesiapsiagaan kolektif ASEAN terhadap kampanye informasi yang bersifat hostil, terutama dalam konteks militer dan pertahanan,” ujar Kolonel Dedy pada Kamis (10/7).

Selama kursus, peserta menerima berbagai materi penting seperti:

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pembekalan teknis dan komunikasi strategis, tetapi juga memperkuat kepercayaan antarnegara anggota ASEAN dalam menghadapi tantangan digital yang semakin kompleks.

Sebagai bagian dari program, peserta juga berkesempatan mengunjungi redaksi The Straits Times di Singapura. Kunjungan ini memberikan wawasan langsung mengenai peran media tradisional dalam menjaga integritas informasi publik.

Pertemuan tersebut disambut langsung oleh Jaime Ho, Chief Editor Channel News Asia dan mantan pemimpin redaksi The Straits Times.

“Penanganan disinformasi membutuhkan pendekatan lintas negara dan lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah, media, platform digital, dan masyarakat sipil sangat krusial,” tegas Jaime Ho.

Di era digital yang dipenuhi serangan informasi, perang opini, dan manipulasi algoritma, ketahanan informasi menjadi pilar penting dalam pertahanan negara. Kursus ini menjadi bagian dari strategi pertahanan non-fisik yang semakin dibutuhkan oleh negara-negara ASEAN untuk melindungi kedaulatan dan stabilitas kawasan.

Kursus ini bukan sekadar pelatihan, tetapi langkah strategis ASEAN dalam melawan ancaman disinformasi yang kian nyata. Dengan memperkuat sinergi antarnegara dan sektor, ASEAN menunjukkan kesiapan untuk menghadapi bentuk baru konflik di dunia digital yang tidak kalah berbahaya dari ancaman fisik.

 

Editor : Mohammad Sugianto
#serangan siber #asean #indonesia #siber