News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

AI Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Industri Hiburan dan Media, PwC: Periklanan Digital Dominasi Pendapatan hingga 80 Persen

Ina Herdiyana • Rabu, 30 Juli 2025 | 23:12 WIB
Pemanfaatan AI dalam media industri.
Pemanfaatan AI dalam media industri.

RadarBangkalan.id – Laporan terbaru PwC memotret pergeseran besar dalam lanskap industri hiburan dan media global. Salah satu temuan paling mencolok: kecerdasan buatan (AI) kini memainkan peran kunci dalam strategi periklanan digital.

Bahkan, AI diprediksi akan mendorong pertumbuhan signifikan sektor ini hingga mencapai nilai fantastis USD 3,5 triliun pada 2029.

Laporan bertajuk Global Entertainment & Media Outlook 2024–2028 itu menyebut bahwa porsi pendapatan iklan digital telah mencapai 72 persen dari total belanja iklan global tahun ini.

Angka itu diprediksi bakal melesat ke angka 80 persen dalam lima tahun ke depan.

”AI bukan hanya menjadi alat bantu, tetapi telah menjadi fondasi utama dalam proses personalisasi konten dan pengambilan keputusan iklan,” tulis tim analis PwC seperti dikutip Radar Digital Selasa (29/7).

Tren ini sekaligus menandai pergeseran dari pendekatan iklan tradisional ke model yang lebih terukur, adaptif, dan berbasis data.

Teknologi machine learning dan analisis perilaku pengguna membuat iklan digital kini mampu menjangkau audiens secara lebih tepat sasaran dan efisien.

Di Indonesia sendiri, sejumlah pelaku industri media dan kreatif mulai mengadopsi teknologi AI dalam strategi kampanye mereka.

Mulai dari penempatan iklan dinamis di platform OTT hingga pembuatan konten visual yang dipersonalisasi.

Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) Dwi Rahardjo menilai, kehadiran AI telah mengubah wajah industri hiburan tanah air.

”Sekarang bukan soal siapa yang punya anggaran paling besar, tapi siapa yang paling pintar membaca data dan memanfaatkannya,” ujarnya.

Baca Juga: Tiga Guru Madura Tembus 50 Besar EJIES 2025, Wakili Bangkalan dan Pamekasan

Namun, di balik euforia adopsi teknologi ini, muncul pula tantangan etika dan keamanan data.

Para pakar menyoroti perlunya regulasi ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan algoritma yang bisa merugikan konsumen.

PwC juga mencatat bahwa pertumbuhan terbesar terjadi di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia, yang mengalami lonjakan konsumsi konten digital selama lima tahun terakhir. Selain periklanan, sektor gim, streaming video, dan musik digital juga mencatatkan pertumbuhan signifikan, seiring semakin luasnya penetrasi internet dan perangkat pintar.

”Pasar berkembang seperti Indonesia kini tidak hanya menjadi konsumen, tapi juga produsen tren media global,” kata Rena Wijaya, analis teknologi komunikasi dari Pusat Studi Digital Nusantara.

Dalam beberapa tahun ke depan, AI diprediksi tidak hanya akan mengatur penempatan iklan, tapi juga memproduksi konten iklan secara mandiri. Sebuah transformasi yang bakal mengubah industri dari hulu hingga hilir.

”Yang tidak siap berubah akan tertinggal,” ujar Dwi Rahardjo singkat.

 

Editor : Ina Herdiyana
#pertumbuhan #digital #industri #pwc #ai #Motor Penggerak #Periklanan