Radarbangkalan.id - Seorang remaja yang sempat viral karena video interogasinya menuai perhatian warganet.
Dalam video tersebut, ia diinterogasi oleh warga atas dugaan membawa ponsel milik orang lain, disertai kalimat yang kini terkenal, "Wajarlah manusia, bukan nabi boy."
Baca Juga: Viral! Guru SD di Banyuasin Digotong Bersama Motornya Melintasi Banjir
Remaja yang disebut "Si Boy" akhirnya memberikan klarifikasi dan mengakui kesalahannya. Ia menjelaskan bahwa ponsel tersebut ditemukan tanpa sengaja saat berada di sebuah acara.
"Pas itu lagi ada acara, nggak sengaja joget, terus saya lihat HP di bawah. Sama saya diambil terus saya keluar.
Semua pintu di gedung ditutup jadi saya nggak dengar ada pengumuman ada orang kehilangan HP. Kejadiannya seperti itu," ungkapnya.
Remaja tersebut menegaskan bahwa ia tidak berniat mencuri, namun mengakui bahwa dirinya bersalah karena tidak segera mengembalikan ponsel tersebut.
"Assalamu'alaikum, mohon maaf saya tidak sengaja dan saya tidak niat sekalipun untuk membawa HP ini. Karena manusia itu tempatnya salah dan lupa, wajarlah manusia, bukan nabi boy!" ujarnya.
Video ini menjadi bahan diskusi netizen, bahkan dijadikan meme dan template untuk menyindir tokoh-tokoh publik.
Beberapa kreator konten menggunakan teknologi AI dan Deepfake untuk membuat parodi berdasarkan video itu.
Akun Instagram @ilham_fadhilah104 berhasil mengidentifikasi remaja tersebut sebagai warga Tasikmalaya.
"Klarifikasi Si Boy. Terlepas benar atau salah, semoga Si Boy ke depannya lebih baik lagi," tulisnya.
Baca Juga: Viral Kisah Driver Ojol Gendong Anak, Terungkap Alasan dan Keberadaan Istri
Dalam klarifikasinya, Si Boy juga menjawab pertanyaan dari warga yang menanyainya soal siapa yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Dengan rendah hati, ia menjawab, "Saya (yang salah)," sambil tersenyum malu.
Unggahan video ini mengundang berbagai reaksi dari warganet.
Baca Juga: Viral Kisah Driver Ojol Gendong Anak, Terungkap Alasan dan Keberadaan Istri
"Lebih baik jujur di awal, jadi kena gaplok kan," komentar @kuolx.
"Dia masih trauma. Refleks ngadep kiri takut digaplok lagi," canda @wiya*ako.
"Kurang yang mukul aja sih yang harus klarifikasi," tulis @rmen.
Terlepas dari pro dan kontra, kasus ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya kejujuran dan bertanggung jawab atas tindakan kita.
Editor : Ubaidillah