Radarbangkalan.id - Seorang guru dan seorang siswi SMA di Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan,
diserang warga setelah diduga melakukan perbuatan cabul di sebuah masjid. Kejadian tersebut direkam oleh warga dan video penggerebekan ini menjadi viral di media sosial.
Baca Juga: Terungkap! Penembak Bos Rental Mobil di Tol Tangerang adalah Prajurit TNI
Kejadian dan Penangkapan
Tersangka laki-laki dalam kasus ini adalah AR (28), seorang guru sekolah menengah, dan siswinya, NA (14).
Kapolsek Bungaya, AKP Hamsir Natsir, mengonfirmasi bahwa keduanya ditangkap oleh warga setempat setelah penggerebekan berlangsung. Mereka dibawa untuk diinterogasi lebih lanjut.
“Iya betul, mereka diinterogasi. Keduanya dibawa warga ke rumah petugas Desa Bissoro. Setelah itu, kami bawa untuk dimintai keterangan,” kata Hamsir, Sabtu (4/1/2025).
Penjelasan Tersangka
Menurut keterangan awal, AR dan NA mengaku hendak menuju kawasan wisata Bissoloro di Kabupaten Gowa. Namun, saat perjalanan turun hujan deras, keduanya berhenti untuk berlindung di masjid.
“Awalnya kedua pria tersebut hendak menuju tempat wisata di Bissoloro, namun di tengah perjalanan turun hujan sehingga mereka berhenti di sebuah masjid dan berteduh,” ujar Hamsir.
Namun, saat berada di masjid, warga sekitar mencurigai aktivitas mereka dan akhirnya menggerebek keduanya.
AR dan NA membantah tuduhan tersebut dan mengaku hanya mencari tempat berlindung. Mereka menyatakan tidak melakukan perbuatan tidak senonoh, namun kecurigaan tetap muncul karena mereka ditemukan berdua di dalam masjid.
Baca Juga: Terungkap! Polisi Tangkap Penyewa Mobil Terkait Penembakan di Rest Area Tol
“Keduanya mengaku tidak berbuat apa-apa seperti yang diunggah di media sosial. Karena katanya hanya sekedar mencari suaka,” lanjut Hamsir.
Penyelesaian Secara Kekeluargaan
Setelah kejadian, mediasi dilakukan antara kedua keluarga. Hasilnya, keluarga dari AR dan NA sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
“Hasil mediasi antara orang tua dan anak sepakat untuk membawa perdamaian melalui penyelesaian masalah ini secara damai,” kata Hamsir.
Baca Juga: Diskon 50% Token Listrik PLN Resmi Tersedia, Simak Cara Maksimalkan Promonya
Editor : Ubaidillah