RadarBangkalan.id - Kisah pilu dialami Khairun Nisa alias KN (23), sosok pramugari gadungan yang viral di media sosial. Di balik kehebohan tersebut, Nisa ternyata merupakan korban penipuan dengan modus jasa penerimaan pramugari.
Kasus ini diungkap oleh Kanit IV Indag Polres Bandara Soekarno Hatta, Iptu Agung Pujianto. Ia menjelaskan bahwa Nisa awalnya memiliki keinginan kuat untuk bergabung menjadi pramugari maskapai Batik Air.
Baca Juga: Resmi! KemenHAM Buka Lowongan 500 PPPK Tahun 2026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Dikutip dari Tribunnews.com, Iptu Agung Pujianto mengatakan Nisa menggunakan jasa sebuah agensi yang ternyata memiliki modus penipuan berkedok penerimaan pramugari.
Nisa kemudian dikenalkan dengan seseorang yang mengaku dapat membantunya lolos menjadi awak kabin.
Dengan penuh keyakinan, Nisa berangkat dari Palembang menuju Jakarta untuk bertemu orang tersebut. Setibanya di Jakarta, ia pun bertemu dengan pihak yang menjanjikan kelulusan sebagai pramugari.
"Kemudian datanglah dia ke Jakarta dan ketemu seseorang yang menawarkan (menjadi pramugari) tersebut," kata Agung dalam program Kompas Petang di YouTube Kompas TV, Kamis (8/1/2026).
Dalam pertemuan itu, Nisa diminta membayar uang sebesar Rp30 juta sebagai syarat agar bisa diterima menjadi pramugari.
Baca Juga: Doraemon Resmi Berhenti Tayang di TV Nasional, Akhiri Ritual Minggu Pagi 35 Tahun
Tanpa curiga, Nisa menyerahkan uang tersebut. Namun, janji yang diberikan tidak pernah terwujud.
"Pada dasarnya dia itu korban yang mana mau masuk (jadi) pramugari lalu menyerahkan uang Rp30 juta tapi berujung gagal," tutur Agung.
Saat Nisa mencoba kembali menghubungi penyedia jasa tersebut, yang bersangkutan sudah tidak dapat dihubungi lagi.
"Orangnya (yang meminta uang) sudah tidak bisa dihubungi," ujar Agung.
Kondisi itulah yang kemudian melatarbelakangi Nisa berpura-pura menjadi pramugari. Ia mengunggah foto-foto di media sosial dengan mengenakan atribut pramugari lengkap agar keluarganya percaya bahwa dirinya telah bekerja sebagai awak kabin.
Bahkan, menurut Agung, Nisa sempat berfoto bersama kedua orang tuanya dengan mengenakan seragam pramugari palsu.
Baca Juga: Barcelona Pesta Gol ke Final Piala Super Spanyol 2026, Athletic Bilbao Dibantai 5-0
"Bahkan sempat memposting di media sosialnya dan berfoto-foto bareng orang tuanya dengan mengenakan pakaian pramugari lengkap," tuturnya.
Aksi Nisa akhirnya terbongkar setelah kru pesawat mencurigai perbedaan seragam yang dikenakannya. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
"Kru pesawat curiga, kok ini ada pramugari Batik Air, menggunakan pakaian mirip pramugari, tapi coraknya beda," ujar Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, Rabu (7/1/2026), dikutip dari Kompas.com.
Kecurigaan tersebut dilaporkan kepada petugas keamanan penerbangan Bandara Soekarno Hatta. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa Nisa bukanlah pramugari Batik Air.
“Setelah diinterogasi, memang bukan karyawan Batik Air. Kemudian dibawa ke Polres," kata Yandri.
Baca Juga: Eks Direktur SMA Akui Terima 7.000 Dollar AS dalam Kasus Korupsi Laptop Chromebook
Yandri juga mengungkapkan bahwa seluruh atribut yang digunakan Nisa diperoleh dengan cara membeli di marketplace.
Ia menambahkan, Nisa sebenarnya berniat mengganti pakaian setibanya di Bandara Palembang, namun tidak memiliki cukup waktu.
"Jadi kalau pengakuannya dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti. Namun, karena waktunya mepet sehingga dia naik pakai seragam itu ke pesawat sampai ke Bandara Soekarno-Hatta," kata Yandri dikutip dari Tribun Jakarta.
Batik Air Sepakat Damai
Pihak Batik Air memutuskan tidak melanjutkan proses hukum terhadap Khairun Nisa. Menurut Yandri, maskapai hanya meminta Nisa membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.
Baca Juga: 7 Video CCTV Jadi Bukti Kunci Kasus Dugaan Perzinahan Insanul Fahmi dan Inara Rusli
“Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun, bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,” ucap Yandri.
Editor : Ubaidillah