RadarBangkalan.id - Misteri mengenai korban selamat dalam tragedi carok maut di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura, hingga saat ini masih menyelimuti kisah berdarah tersebut.
Dalam pengakuan kedua pelaku, Hasan Tanjung dan Wardi, terungkap bahwa satu orang berhasil lolos dari pertikaian tersebut di antara sepuluh lawan yang berada di tempat kejadian perkara (TKP).
Hasan Tanjung dan Wardi menyatakan bahwa lima orang dari pihak lawan yang benar-benar terlibat dalam duel carok melawan keduanya.
Sayangnya, keempat lawan tersebut berakhir tewas secara tragis oleh tangan kakak beradik ini.
Mat Tanjar, seorang guru silat yang menjadi orang pertama yang berduel dengan Hasan Tanjung, Mat Terdam (adik Mat Tanjar), Nahjehri (sepupu Mat Tanjar), dan seorang murid Mat Tanjar bernama Hafid, merupakan korban-korban yang tak dapat menyelamatkan diri.
Namun, satu korban selamat yang identitasnya masih menjadi tanda tanya. Melalui Kanal YouTube tvOneNews pada Kamis, 25 Januari 2024, Hasan Tanjung dan Wardi mengungkap ciri-ciri korban selamat tersebut.
Menurut keterangan Hasan Tanjung, korban selamat ini tidak hanya mencoba untuk bertahan, namun juga terus melakukan serangan terhadap mereka.
"Saat berlangsungnya carok, korban selamat ini terus berusaha menyerang saya, malahan ada yang terakhir itu nyerang saya," ungkap Hasan Tanjung.
Wardi menambahkan, "Yang baju putih."
Dalam penuturan Wardi, orang tersebut terus melancarkan serangannya, namun upayanya terhenti karena Hasan Tanjung berhasil menghindari serangan tersebut.
Hasan Tanjung lalu menyuruh korban selamat itu untuk meninggalkan TKP jika tidak ingin mengalami nasib serupa dengan keempat rekannya yang tewas.
"Saya bilang kalau kamu maksa bisa mati juga kamu. Udah lari kamu, kalau kamu masuk, maksa, bisa mati juga," ancam Hasan Tanjung.
Hingga saat ini, identitas sebenarnya dari korban selamat tersebut masih menjadi misteri yang menggantung.
Sosoknya seolah-olah ditelan bumi pasca peristiwa tragis tersebut, menambah aura misteri dalam kasus carok paling mengerikan yang terjadi di Bangkalan, Madura. ***
Editor : Azril Arham