RadarBangkalan.id - Respons tegas dari kepolisian terhadap geger carok Bangkalan perguruan pencak silat yang melibatkan Hasan Busri alias Hasan Tanjung menjadi sorotan.
Kabar tentang keterlibatan Hasan Tanjung dari perguruan silat Pagar Nusa dalam pertarungan carok masal di Bangkalan, Jawa Timur, mengguncang masyarakat.
Guru silat terkemuka, Mat Tanjar CS, harus menyerah di tangan Hasan Busri, memicu perbincangan intens di media sosial dan grup WhatsApp PAGARNUSA SEKTORMADURA...
Menyikapi situasi yang memanas, akun @l.eightysix di Tiktok mencuatkan percakapan dari grup WhatsApp yang mengungkapkan dukungan kontroversial terhadap pelaku carok tersebut.
Dalam konteks ini, kepolisian Bangkalan, melalui AKBP Febri Isman Jaya dari Polres Bangkalan, memberikan klarifikasi terkait kabar bahwa Hasan Tanjung memiliki ilmu kebal.
"Keterangan dari Polres Bangkalan menepis kabar mengenai ilmu kebal yang dimiliki Hasan Tanjung. Kami menghimbau agar masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya," tegas AKBP Febri Isman Jaya.
Beredar informasi bahwa adik Hasan Tanjung, Wardi, juga dilaporkan memiliki ilmu rawa rontek yang membuatnya tidak bisa terluka oleh senjata tajam.
Namun, kepolisian menekankan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.
"Kami telah melakukan investigasi, dan sampai saat ini tidak ada bukti yang mendukung klaim mengenai ilmu kebal atau rawa rontek.
Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat meresahkan," tambah AKBP Febri Isman Jaya.
Dalam keadaan yang berkembang, PAGARNUSA SEKTORMADURA... menjadi sorotan karena memberikan dukungan pada Hasan Tanjung.
Abil86 Bangkalan, salah satu anggota grup, bahkan menyatakan dukungannya dengan mengatakan "Satu komando sama KK Hasan."
Terhadap hal ini, kepolisian Bangkalan menegaskan bahwa dukungan terhadap tindakan kekerasan tidak dapat diterima.
"Kami akan mengawasi dengan ketat setiap tindakan yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dukungan pada tindakan kekerasan melalui media sosial akan ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku," ungkap AKBP Febri Isman Jaya.
Meskipun masyarakat berharap agar tidak ada lagi kejadian tragis seperti carok maut yang menewaskan empat pendekar Mat Tanjar CS di Madura.
Kepolisian menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan menindak tegas segala bentuk ancaman terhadap ketertiban masyarakat.
Dalam konteks ini, kejadian kontroversial di Bangkalan menjadi tantangan bagi kepolisian untuk menegakkan hukum dan menciptakan lingkungan yang aman dan damai bagi seluruh warga.***
Editor : Raditya Mubdi