SAMPANG – Kasus dugaan pelecehan siswi magang di lingkungan kantor Bank Jatim Unit Omben, Sampang, menuai sorotan. Salah satunya dari anggota Komisi C DPRD Provinsi Jatim Nur Faizin.
Politikus asal Sumenep itu memaparkan, perusahaan pelat merah itu termasuk salah satu mitra kerjanya.
Dengan demikian, pihaknya langsung menginformasikan isu tak sedap yang terjadi di daerah pemilihannya itu ke pimpinan Bank Jatim.
”Kami sudah sampaikan informasi dugaan pelecehan tersebut ke bagian Kepatuhan Bank Jatim,” ujarnya.
Pimpinan Bank Jatim berjanji akan menindaklanjuti informasi tersebut. Hasilnya, juga harus disampaikan ke publik.
Sebab, kasus dugaan pelecehan yang terjadi tidak main-main. Karena korbannya anak di bawah umur dan telah melaporkan peristiwa yang dalami ke aparat penegak hukum.
”Pelaku berinisial MM ini dianggap sudah berkali-kali melakukan pelecehan di Bank Jatim. Sebelumnya MM bertugas di Sumenep, kemudian dipindah ke Sampang dan dipindah ke Unit Omben,” ujarnya.
Jika kasus pelecehan itu benar-benar terbukti, pimpinan Bank Jatim harus segera melakukan tindakan tegas terhadap terduga pelaku. Juga, harus segera dilakukan pembenahan agar kasus serupa tidak terulang.
”Kalau benar, segera pecat yang bersangkutan (MM). Agar Bank Jatim tidak menjadi sarang predator,” imbuhnya.
Faizin juga meminta Bank Jatim bertanggung jawab terhadap pemulihan psikologis korban jika kasus tersebut benar-benar terjadi agar korban tidak mengalami trauma. ”Korban ini masih berstatus siswa,” ujarnya.
Sementara Pemimpin Cabang Bank Jatim Sampang Erny Dewi S enggan berkomentar banyak saat dikonfirmasi kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan anak buahnya.
Baca Juga: UTM Bangkalan Tegaskan Komitmen Wujudkan Kampus Anti Kekerasan, Kemendiktisaintek Beri Apresiasi
Dia berdalih, keterangan tentang kasus tersebut akan disampaikan langsung oleh tim Kantor Pusat (KP) Bank Jatim Surabaya. ”Sudah di-handle KP semua,” ucapnya singkat.
Sedangkan Tim KP Bank Jatim Surabaya Irfan belum bisa dimintai keterangan secara detail terkait kasus tersebut.
Saat dihubungi koran ini, Irfan mengaku tengah mengikuti kegiatan. ”Maaf masih ada giat,” katanya. (bai/jup)
Editor : Ina Herdiyana