News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Puluhan Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Ina Herdiyana • Kamis, 18 Desember 2025 | 00:02 WIB
PERISTIWA: Warga saat memperbaiki atap rumahnya yang rusak akibat diterjang puting beliung di Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Sampang, Selasa (16/12).
PERISTIWA: Warga saat memperbaiki atap rumahnya yang rusak akibat diterjang puting beliung di Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Sampang, Selasa (16/12).

SAMPANG – Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang permukiman warga Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Senin (15/12).

Akibatnya, puluhan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun RadarBangkalan.id, kerusakan rumah warga mayoritas berada pada kategori ringan hingga sedang.

Bagian yang rusak didominasi atap rumah, seperti genting dan asbes. Sebuah musala milik warga yang terbuat dari kayu dan bambu hancur tak tersisa. Sedikitnya sebelas rumah rusak cukup parah.

Salah seorang warga terdampak, Sunarti, mengatakan, angin kencang menerjang sekitar pukul 16.00.

Saat itu cuaca mendung pekat disertai hujan deras. ”Saat hujan deras itu, saya langsung melindungi keempat anak saya,” katanya Selasa (16/12).

Perempuan berusia 35 tahun tersebut menyampaikan, angin puting beliung berlangsung cukup lama.

Akibatnya, atap rumahnya hancur diterjang angin hingga menyebabkan kebocoran dan banjir di dalam rumah.

”Kasur semua basah dan kami sempat kesulitan tidur. Kerugian untuk perbaikan asbes diperkirakan mencapai Rp 5 juta,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Hozin menyampaikan, hasil pendataan sementara mencatat sebanyak 50 rumah warga mengalami kerusakan akibat angin kencang. ”Kerusakan meliputi asbes dan genting, dari rusak ringan hingga sedang,” ujarnya.

Menurut Hozin, nilai kerugian material diperkirakan mencapai maksimal Rp 5 juta per rumah.

Baca Juga: Lahan SDN Buddan 2 Dipersoalkan, KIB-A Dinilai tanpa Alas Hak

Selain itu, satu warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat tertimpa asbes rumahnya. ”Korban berasal dari Dusun Pesisir Timur dan mengalami luka di bagian lutut,” jelasnya.

Tidak hanya permukiman warga, angin kencang juga berdampak pada sektor kelautan dan fasilitas umum.

Dua perahu nelayan dilaporkan terbalik, meski tidak menimbulkan korban jiwa. ”Alhamdulillah, seluruh nelayan selamat,” paparnya.

Selain itu, sebuah sekolah turut terdampak setelah tertimpa pohon tumbang yang merusak sebagian atap bangunan.

BPBD juga mencatat sedikitnya lima pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan nasional.

”Untuk korban terdampak, kami akan menyalurkan bantuan logistik. Kami juga mengimbau warga pesisir dan nelayan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Berdasarkan prediksi BMKG, potensi angin kencang dan gelombang tinggi diperkirakan berlangsung hingga 19 Desember,” ujarnya.

Angin kencang tersebut juga berdampak pada bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dharma Camplong.

Separo atap dapur rusak diterjang angin, sehingga distribusi makan bergizi gratis (MBG) terhenti sementara.

Kepala SPPG Dharma Camplong Khoirul Rosiqin mengatakan, peristiwa terjadi saat relawan tengah bersiap mencuci ompreng.

”Tiba-tiba terdengar suara gerbang terbawa angin. Bersamaan dengan itu listrik padam,” tuturnya.

Khoirul langsung meminta seluruh relawan keluar ruangan. Tak lama kemudian, angin menerjang atap dapur hingga terlempar beberapa meter ke arah barat.

”Kerusakan atap diperkirakan mencapai 60 persen. Jika perbaikan berjalan lancar, membutuhkan waktu sekitar tiga hari,” ungkapnya.

Baca Juga: Proses KBM Tetap Berjalan Meski Gedung SDN Balung Arosbaya Bangkalan Disegel Ahli Waris

Akibat kejadian tersebut, dapur tidak dapat memproduksi menu MBG untuk didistribusikan. Bahan makanan seperti daging ayam dan sayur terpaksa dikembalikan ke pemasok. ”Untuk hari ini tidak ada distribusi karena tidak sempat produksi,” ucapnya.

Khoirul menyebut jumlah penerima manfaat, termasuk bumil, busui, dan balita (B3), mencapai 3.922 orang.

Selama proses perbaikan, pihaknya berencana mendistribusikan makanan kering. ”Insyaallah besok sudah mulai distribusi kembali,” tandasnya. (ay/bil/han)

Editor : Ina Herdiyana
#rusak #Angin Puting Beliung #rumah