News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Gangguan Kepribadian Dependen: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Ubaidillah • Kamis, 11 April 2024 | 15:03 WIB
Gangguan Kepribadian Dependen - Gejala dan Cara Mengatasinya
Gangguan Kepribadian Dependen - Gejala dan Cara Mengatasinya

Radarbangkalan.id - Dependent Personality Disorder (DPD) atau gangguan kepribadian dependen adalah kondisi di mana seseorang merasa tidak berdaya dan kesulitan melakukan hal-hal secara mandiri.

Penderita DPD mungkin mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan sederhana.

Baca Juga: Ibu Hamil Berisiko Alami ini Jika Menahan Buang Air Kecil Selama Perjalanan Mudik Lebaran

Apa itu Gangguan Kepribadian Dependen?

Gangguan kepribadian dependen atau Dependent Personality Disorder (DPD) adalah gangguan kepribadian yang menyebabkan seseorang merasa cemas saat harus melakukan aktivitas sendirian.

Mereka cenderung merasa bergantung pada orang lain dan selalu membutuhkan perhatian.

DPD termasuk dalam kelompok "Cluster C" personality disorder yang melibatkan perasaan cemas dan takut yang berlebihan.

Kondisi ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama, mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa.

DPD seringkali dikaitkan dengan gangguan kepribadian ambang (Borderline Personality Disorder atau BPD) karena keduanya melibatkan masalah interpersonal dan rasa takut akan ditinggalkan.

Namun, DPD dan BPD merupakan gangguan kepribadian yang berbeda.

BPD melibatkan perubahan suasana hati ekstrem, ketidakstabilan dalam hubungan, dan perilaku impulsif.

Baca Juga: Manfaat Sayur Bayam untuk Hidangan Sahur, Ternyata Bagus untuk Kesehatan Mata

Sementara DPD cenderung tidak melibatkan perubahan suasana hati dan perilaku impulsif, tetapi penderita cenderung pasif dan patuh untuk menghindari konflik.

Penyebab Gangguan Kepribadian Dependen

Penyebab utama DPD belum diketahui dengan pasti, tetapi diduga dapat dipicu oleh faktor-faktor biologis, perkembangan, emosional, dan psikologis. Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko DPD antara lain:

Baca Juga: Jangan Dibuang Sia-Sia, 4 Biji Buah Ini Punya Manfaat Kesehatan

- Pengalaman kekerasan.
- Trauma masa kecil.
- Faktor genetik, seperti riwayat keluarga dengan DPD.
- Pengaruh lingkungan dan budaya yang menekankan ketergantungan.
- Pola asuh orang tua yang otoriter.

Cara Mengatasi Gangguan Kepribadian Dependen

Perawatan DPD bisa sulit karena penderita telah memiliki pola pikir dan perilaku yang tertanam dalam waktu yang lama.

Namun, dukungan dari orang-orang terdekat sangat penting. Terapi psikologis atau psikoterapi, seperti psychodynamic therapy dan cognitive behavioral therapy (CBT),

dapat membantu pasien mengatasi DPD. Dokter juga mungkin meresepkan obat-obatan jika DPD disertai dengan gangguan mental lain seperti depresi atau gangguan kecemasan.

Photo
Photo
Editor : Ubaidillah
#mental health #penyakit mental #gangguan kepribadian