Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Betis Mendadak Kram Saat Lari, Apakah Cooling Spray Benar-Benar Ampuh?

U
Penulis: Ubaidillah❯
Ilustrasi cooling spray atau semprotan dingin kram otot (Foto: Getty Images/TuiPhotoengineer)
Ilustrasi cooling spray atau semprotan dingin kram otot (Foto: Getty Images/TuiPhotoengineer)

Advertisement

 

RadarBangkalan.id - Kram otot kaki atau exercise-associated muscle cramps (EAMC) menjadi salah satu masalah yang kerap menghantui pelari, terutama saat hari perlombaan atau race day. Kondisi ini sering membuat pelari menghentikan langkah karena otot terasa menegang dan nyeri.

Sebagian pelari mengandalkan cooling spray untuk mengatasi kram karena memberikan sensasi dingin ketika disemprotkan. Namun, praktisi kebugaran dr Maria Lestari, B.Med.Sc, P.G.Dip.SEM, SpKO, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan cooling spray efektif menghentikan kontraksi otot saat kram.

Cara Tepat Mengatasi Kram Otot Saat Berlari

Menurut dr Maria, penanganan awal kram saat berolahraga sebaiknya dilakukan dengan menghentikan aktivitas sementara dan meregangkan otot yang mengalami kram secara perlahan. Kondisi pelari juga perlu dievaluasi sebelum memutuskan untuk melanjutkan aktivitas.

Advertisement

"Penanganan awal kram saat olahraga justru lebih dianjurkan dengan menghentikan aktivitas sementara, melakukan peregangan statis scr perlahan pada otot yg mengalami kram, mengevaluasi kondisi atlet," kata dr Maria kepada detikcom, Rabu (28/10/2026).

Karena itu, pelari tidak sebaiknya hanya mengandalkan sensasi dingin dari semprotan untuk mengatasi kram. Penanganan perlu disesuaikan dengan kondisi otot dan kemungkinan adanya cedera.

Advertisement

Artikel Terkait

Pelari Meninggal di JAKIM 2026, Dokter Ingatkan Pentingnya Dengarkan Sinyal Tubuh

Pelari Meninggal di JAKIM 2026, Dokter Ingatkan Pentingnya Dengarkan Sinyal Tubuh

Kasus pelari meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026 menjadi pengingat pentingnya mengenali batas tubuh. Dokter olahraga ungkap tanda pelari harus berhenti.

Pelari Meninggal di JAKIM 2026, Dokter Ingatkan Pentingnya Dengarkan Sinyal Tubuh Saat Lari

Pelari Meninggal di JAKIM 2026, Dokter Ingatkan Pentingnya Dengarkan Sinyal Tubuh Saat Lari

Pelari meninggal di JAKIM 2026 menjadi pengingat pentingnya mengenali sinyal tubuh saat marathon. Dokter ungkap tanda harus berhenti dan tidak memaksa finis.

Kenapa Pelari Sering Mules Sebelum Race? Dokter Ungkap Penyebabnya

Kenapa Pelari Sering Mules Sebelum Race? Dokter Ungkap Penyebabnya

Pelari sering mengalami perut mulas sebelum lomba. Dokter menjelaskan anxiety pre-race dan kurang tidur dapat memicu gangguan pencernaan menjelang race day.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer