RadarBangkalan.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) apabila harga minyak dunia melonjak terlalu tinggi dan memberikan tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya menjelaskan, berdasarkan hasil perhitungan pemerintah saat ini, tekanan harga minyak yang berpotensi memperlebar defisit APBN berada di kisaran US$ 92 per barel. Angka tersebut jauh di atas asumsi harga minyak dalam APBN yang dipatok sekitar US$ 60 per barel.
Baca Juga: Stok BBM Aman, Bahlil Jelaskan Kapasitas Storage Minyak RI Hanya 25 Hari
"Kita sudah exercise kalau harga minyak setahun rata-rata US$ 92 maka defisitnya 3,6% PDB, itu kita akan lakukan langkah-langkah supaya tidak terjadi di situ," kata Purbaya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Pemerintah Punya Pengalaman Hadapi Harga Minyak Tinggi
Purbaya menegaskan pemerintah sudah memiliki pengalaman menghadapi lonjakan harga minyak dunia yang sangat tinggi, bahkan hingga menembus lebih dari US$ 100 per barel.
Baca Juga: dr Richard Lee Resmi Ditahan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Dugaan Pelanggaran Perlindungan Konsumen
Menurutnya, pada masa lalu harga minyak dunia pernah mencapai sekitar US$ 150 per barel, namun perekonomian Indonesia tetap mampu bertahan meskipun pertumbuhannya melambat.
"Kita pernah lewati keadaan harga minyak sampai US$ 150 per barel, jatuh enggak ekonominya? angkanya melambat tapi enggak jatuh, jadi kita punya pengalaman," tutur Purbaya.
Kenaikan BBM Bisa Jadi Opsi Terakhir
Meski demikian, Purbaya tidak menutup kemungkinan pemerintah akan menaikkan harga BBM apabila lonjakan harga minyak dunia membuat beban APBN menjadi terlalu besar.
Baca Juga: Dramatis! Real Madrid Kalahkan Celta Vigo 2-1, Federico Valverde Jadi Penentu di Injury Time
Ia menegaskan kebijakan tersebut hanya akan diambil jika kondisi anggaran negara benar-benar tidak mampu lagi menahan tekanan subsidi energi.
"Kalau emang anggarannya gak kuat sekali. Gak ada jalan lain. Kita share dengan masyarakat sebagian. Artinya ada kenaikan BBM. Kalau emang valuenya tinggi sekarang, anggarannya gak tangguh lagi," ujarnya.
Baca Juga: Arema FC vs Bali United Berakhir 3-4, Teppei Yachida Bersinar di Laga Super League
Editor : Ubaidillah