RadarBangkalan.id - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, belum memiliki laboratorium uji kualitas air.
Akibatnya, pengujian kualitas air untuk budidaya perikanan bagi petani ikan harus dilakukan di luar daerah, seperti di Kota Pasuruan.
Plt Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Bangkalan Bambang Setyawan mengatakan, pihaknya sudah mengajukan anggaran untuk pengadaan laboratorium uji kualitas air setiap tahun. Namun, anggaran tersebut selalu ditolak.
Baca Juga: Simak Tips Cara Mudah Bedakan Oli Motor Asli dan Palsu Hanya dengan Lampu Senter
"Kami sudah mengajukan anggaran Rp 750 juta untuk pengadaan alat uji laboratorium dan mobil keliling. Namun, anggaran tersebut selalu ditolak," kata Bambang, Rabu (13/7/2023).
Bambang menambahkan, pihaknya sudah memiliki ruangan yang disiapkan untuk menjadi laboratorium uji kualitas air.
Namun, sarana dan prasarana yang dimiliki belum memadai karena sudah banyak yang rusak.
"Bangunannya sudah ada, cuma sarana atau alatnya dan lainnya belum ada.
Baca Juga: Trik Jitu Memanfaatkan Oli Sisa, Bukan Hanya untuk Motor tapi Juga untuk Rumah
Terakhir dapat dana alokasi khusus (DAK) alat-alat laboratorium 2013. Namun, sudah banyak yang rusak," kata Bambang.
Petani ikan di Bangkalan mengeluhkan tingginya biaya pengujian kualitas air di luar daerah. Menurut mereka, biaya pengujian kualitas air bisa mencapai Rp 500.000 per sampel.
Baca Juga: Ternyata Oli Itu Singkatan Lho! Simak Sejarah dan Evolusi Pelumas Mesin Ini
"Biayanya sangat tinggi. Kami berharap pemerintah segera menyediakan laboratorium uji kualitas air di Bangkalan," kata Zulfan Khaidar, penyuluh perikanan Kecamatan Socah.
Zulfan mengatakan, budidaya perikanan di Bangkalan sangat banyak. Saat ini, ada sekitar 10.000 petani ikan di Bangkalan.
"Pengujian kualitas air sangat penting untuk menjaga kualitas ikan yang dibudidayakan," kata Zulfan. ***