News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Carok Massal di Tanjung Bumi Bangkalan Madura, Empat Warga Tewas Seketika, Diduga Masalah Perebutan Lahan

Abdul Basri • Sabtu, 13 Januari 2024 | 16:00 WIB

Warga Membantu Evakuasi Korban Carok Massal di Tanjung Bumi Bangkalan.
Warga Membantu Evakuasi Korban Carok Massal di Tanjung Bumi Bangkalan.

Radarbangkalan.id- Empat warga Madura tewas dalam insiden pembacokan dan carok massal yang terjadi di Desa Banyu Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Jumat (12/1).

Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh masalah perebutan lahan.

Keempat korban tewas tersebut adalah:

Sedangkan satu korban lainnya, M. Ridwan (26), warga Desa Bumi Anyar, mengalami luka-luka dan dirawat di Puskesmas Tanjung Bumi.

Baca Juga: Empat Mobil Ambulan Mengangkut Korban Carok Massal Tanjung Bumi Menuju Kamar Mayat RSUD Syamrabu Bangkalan

Kasatsamapta Polres Bangkalan AKP Buntoro mengatakan, peristiwa pembacokan tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.

Saat itu, korban Ilham dan Yusuf sedang berada di sebuah warung di Desa Banyu Anyar.

Tiba-tiba, mereka didatangi oleh sekelompok orang tak dikenal yang membawa senjata tajam.

"Kemudian terjadilah keributan dan pembacokan," kata Buntoro.

Ilham dan Yusuf tewas di tempat kejadian, sedangkan Hasan dan Irfan tewas saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Sementara Ridwan mengalami luka-luka di bagian punggung dan tangannya.

Buntoro mengatakan, polisi masih menyelidiki motif pembacokan tersebut. Namun, dugaan sementara, peristiwa tersebut dipicu oleh masalah perebutan lahan.

"Menurut keterangan saksi, korban Ilham dan Yusuf sempat berselisih dengan pelaku terkait masalah lahan," kata Buntoro.

Peristiwa carok massal ini pertama kali dilaporkan kepada Kapolsek Tanjung Bumi, AKP Fery Riswantoro, sekitar pukul 19.00 WIB.

Tidak lama setelahnya, sejumlah video yang memperlihatkan pertikaian bersenjata tajam dan beberapa korban yang terbujur kembali beredar di media sosial sekitar pukul 19.45 WIB.

Fery menyampaikan, "Ia benar, kami masih dalam upaya pengungkapan. Kejadian ini terjadi di TKP Bumianyar, Tanjung Bumi.

Dugaan awal menyatakan bahwa semua korban dalam kejadian ini telah meninggal dunia." Ungkapnya. 

Iring-iringan mobil jenazah tiba di RSUD Syamrabu sekitar pukul 23.25 WIB. Semua jenazah dikawal ketat aparat kepolisian dan Puskesmas Tanjung Bumi.

Baca Juga: Polres Bangkalan Selidiki Motif Insiden Carok Massal yang Menewaskan Empat Orang di Tanjung Bumi

Setibanya di RSUD Syamrabu, empat jenazah berlumuran darah tersebut digiring ke ruangan mayat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kasatsamapta Polres Bangkalan AKP Buntoro menjelaskan, ada empat jenazah yang dikawalnya dari Puskesmas Tanjung Bumi.

Keempatnya merupakan korban yang terlibat dalam insiden pengeroyokan dengan senjata tajam (sajam).

"Alhamdulillah mayat korban kami kawal dari Tanjung Bumi hingga RSUD Syamrabu Bangkalan," ungkap Buntoro.

KAWAL KETAT: Petugas keamanan Polres Bangkalan mengeluarkan mayat korban dari ambulan di RSUD Syamrabu Bangkalan pada Jumat (12/1) malam. (Radarbangkalan.id)
KAWAL KETAT: Petugas keamanan Polres Bangkalan mengeluarkan mayat korban dari ambulan di RSUD Syamrabu Bangkalan pada Jumat (12/1) malam. (Radarbangkalan.id)

Keempat korban itu saat ini tengah menjalani autopsi di ruangan pemulasaran jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan. Buntoro belum bisa memastikan luka-luka pada korban.

"Luka-luka kami belum tahu, yang jelas parah," sambungnya.

Buntoro memastikan tidak ada korban luka lainnya yang dirawat di Puskesmas Tanjung Bumi.

Empat korban yang tengah diautopsi itu merupakan warga asal Desa Larangan Timur dan Desa Bumi Anyar Kecamatan Tanjung Bumi.

Baca Juga: Tragedi Carok Massal di Tanjung Bumi Bangkalan, Empat Nyawa Melayang

"Kami hanya mengawal dan memastikan mayat korban aman sampai disini, selanjutnya silahkan ke Satreskrim," paparnya.

Peristiwa pembacokan dan carok massal itu terjadi pada Jumat (12/1) siang di Desa Banyu Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi.

Empat korban tewas dalam insiden tersebut, sedangkan satu korban lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di Puskesmas Tanjung Bumi.

Polisi masih menyelidiki motif carok massal tersebut. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti. ***

HUMANIS: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (kiri) memberikan bantuan stimulan kepada korban terdampak angin puting beliung di Balai Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Kamis (11/1).
HUMANIS: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (kiri) memberikan bantuan stimulan kepada korban terdampak angin puting beliung di Balai Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Kamis (11/1).
TANGGAP BENCANA: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (kiri) mengunjungi rumah warga yang mengalami kerusakan atap akibat angin puting beliung di Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Kamis (11/1).   
TANGGAP BENCANA: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (kiri) mengunjungi rumah warga yang mengalami kerusakan atap akibat angin puting beliung di Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Kamis (11/1).  
Editor : Abdul Basri
#carok massal #madura #bangkalan #tanjung bumi #lahan #perebutan