News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Pengamanan Jelang Pemilu 2024: Polda Jatim Kirim 1.013 Personel ke Tiga Wilayah di Jawa Timur

Azril Arham • Selasa, 13 Februari 2024 | 05:17 WIB
Petugas usai apel pergeseran pasukan di Mapolda Jatim, Surabaya
Petugas usai apel pergeseran pasukan di Mapolda Jatim, Surabaya

RadarBangkalan.id - Dalam menghadapi pelaksanaan pemilu yang akan berlangsung pada 14 Februari 2024 mendatang, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) telah mengirimkan sebanyak 1.013 personel ke tiga wilayah strategis di provinsi tersebut, yakni Madura, Banyuwangi, dan Blitar.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya serius untuk memastikan jalannya proses demokrasi tersebut dengan aman dan tertib.

Ribuan personel yang telah diberangkatkan tersebut terdiri dari berbagai fungsi satuan bawah kendali operasi (BKO).

Mereka akan disebar di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di ketiga wilayah tersebut, dimana mereka akan bergabung dengan personel dari kepolisian resor (polres) setempat.

Tugas utama mereka adalah untuk menjaga keamanan dan kelancaran proses pemungutan suara serta penghitungan hasil pemilu 2024.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Imam Sugianto, menjelaskan bahwa penempatan personel ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat keamanan di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat ancaman yang beragam.

"Semoga tanggal 14 Februari nanti semua berjalan lancar, yang sudah kita tebalkan di Polresta Banyuwangi, kemudian di empat Polres Madura terutama Sumenep, dan satu lagi di Blitar Kota," ujar Irjen Pol Imam, seperti yang dikutip oleh media Radar Surabaya (JawaPos Grup).

Lebih lanjut, perwira yang berasal dari Malang itu menjelaskan bahwa terdapat setidaknya 137 TPS yang dianggap rawan di Jawa Timur.

Mayoritas dari TPS tersebut berada di wilayah Madura, khususnya di Sampang.

Semua TPS rawan tersebut telah dipetakan dan mendapatkan peningkatan pengamanan.

Oleh karena itu, sebagian besar personel ditempatkan di wilayah Madura.

Irjen Pol Imam juga mengungkapkan skema penyebaran personel yang dilakukan di ketiga wilayah tersebut.

"Ada pola pengamanan khusus untuk TPS rawan. Misalnya, dua TPS akan dijaga oleh dua polisi, dan kita juga menyiapkan pasukan standby untuk mengantisipasi kemungkinan kontingensi dengan tiga ssk baik dari Brimob maupun Samapta, yang siap untuk bergerak setiap saat," jelasnya.

Mengenai potensi ancaman, Kapolda Jatim menekankan bahwa langkah ini merupakan pembelajaran dari pengalaman pemilu sebelumnya, terutama pada tahun 2019 di mana terjadi insiden seperti hilangnya kotak suara, bentrokan antar pendukung fanatik calon presiden dan wakil presiden, serta pembakaran Mapolsek di Sampang.

Oleh karena itu, pihak kepolisian telah memperkuat strategi keamanan untuk menghindari terulangnya insiden serupa.

Sebagai penutup, Irjen Pol Imam menghimbau agar generasi muda turut serta dalam mensukseskan pemilu 2024 dengan mendatangi TPS dan menggunakan hak pilihnya.

"Saya menghimbau generasi muda, ayo sukseskan pemilu dengan mendatangi TPS, semoga partisipasi pemilih dalam pemilu 2024 dapat melampaui tahun 2019," pungkasnya dengan harapan agar proses demokrasi tersebut berjalan dengan baik dan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat, terutama generasi muda. ***

Editor : Azril Arham
#keamanan #demokrasi #tps #jawa timur #Pemilu 2024 #tempat pemungutan suara #polda jatim