SUMENEP,Radarbangkalan.id– Semangat berinovasi di dunia pendidikan terus bergelora. Ini tampak jelas dalam ajang East Java Innovation Education Summit (EJIES) 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur. Dari ujung utara Masalembu hingga daratan Sumenep, deretan guru dan kepala sekolah unjuk karya inovatif yang sarat nilai, teknologi, dan kebermanfaatan.
Dari 41 peserta yang ikut seleksi tahun ini, sepuluh karya terbaik kembali berhasil menarik perhatian juri. Rata-rata karya yang muncul berfokus pada pemanfaatan teknologi pendidikan, pengembangan kurikulum, dan pemberdayaan siswa berbasis potensi lokal.
Berikut deretan 10 inovasi terbaik asal Kab. Sumenep yang berhasil masuk nominasi bergengsi dan lanjut ke tingkat Jawa Timur:
- Simfoni Digital – Afifurrahman, S.Pd., Gr., M.M (SMAN 1 Lenteng)
Afifurrahman menciptakan ekosistem pembelajaran digital berbasis web dan Chromebook untuk mata pelajaran Informatika Fase F. Inovasi ini tak hanya memudahkan siswa memahami materi, tapi juga memperkenalkan mereka pada kultur pembelajaran berbasis cloud yang adaptif dan modern.
- Sejarah dalam Genggaman Kata – Ariyanto, S.Pd (SMAN 1 Lenteng)
Belajar sejarah kini tak lagi membosankan. Ariyanto menghadirkan Word Wall sebagai media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Siswa diajak memahami peristiwa penting sejarah melalui permainan kata yang membuat mereka aktif dan antusias.
- JARAN BATIR – Muhammad Kamarudin, M.Pd (SLBN Saronggi)
Kamarudin membawa pendekatan lokal dalam pengembangan kurikulum di SLB. JARAN BATIR, sebagai representasi budaya Madura, dijadikan media untuk meningkatkan keterampilan motorik dan sosial siswa berkebutuhan khusus. Pendekatan ini menyatukan budaya dan terapi secara harmonis.
- Dari Sampah Organik ke Panen Berkah – Aviatus Solichah, S.Pd (SMAN 1 Lenteng)
Tak sekadar proyek kebun sekolah. Inovasi ini mengajak siswa mengolah sampah organik menjadi eco-enzyme yang digunakan untuk budidaya sayuran. Selain belajar sains, siswa juga belajarmencintai bumi dan mengelola sampah secara bijak.
- Kartu Eksplanasi Digital – Yuliana Agustina, S.Pd., Gr. (SMAN 1 Bluto)
Menulis teks eksplanasi sering kali jadi momok. Namun Yuliana menyulapnya menjadi pengalaman menyenangkan lewat kartu digital. Siswa diajak belajar struktur teks lewat tampilan visual yang menarik dan interaktif.
- eOne SmartSchool – Anik Rekno Winarni, S.Pd (SMAN 1 Masalembu)
Sebagai kepala sekolah di wilayah kepulauan, Anik memaksimalkan sistem manajemen digital melalui platform eOne SmartSchool. Administrasi sekolah kini lebih tertata, efisien, dan dapat dipantau secara daring, bahkan dari jarak jauh.
- Festival Budaya Nusantara – H. Maswiyanto, M.Pd (SMAN 1 Ambunten)
Lewat Parade Tari Nusantara dan Smania Ethnic Music Festival 2025, Maswiyanto mengintegrasikan kurikulum dengan pelestarian budaya. Kegiatan ini bukan hanya ajang seni, tapi juga media penguatan karakter dan kebanggaan terhadap identitas lokal.
- Paperless Learning – Imam Suhairi, M.Pd (SMAN 1 Lenteng)
Di era digital, Imam mendorong pembelajaran tanpa kertas dengan memanfaatkan platform digital untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Efisien, ramah lingkungan, dan mempermudah dokumentasi serta penilaian pembelajaran.
- KASIAN TU – Ardian Febri Anggana, S.Pd (SLBN Saronggi)
Inovasi ini menyentuh hati. Ardian menghadirkan KASIAN TU (Kamus SIBI Online untuk Anak Tunarungu), aplikasi berbasis digital untuk memudahkan siswa tunarungu memahami kosakata dan bahasa isyarat dengan lebih visual dan personal.
- Augmented Reality Sejarah – Robiyansyah, S.Pd (SMAN 1 Bluto)
Teknologi augmented reality (AR) dipakai Robiyansyah untuk menghidupkan pelajaran sejarah. Siswa bisa melihat peristiwa masa lalu seolah terjadi di depan mata. Pendekatan ini menumbuhkan rasa ingin tahu dan pemahaman sejarah secara mendalam.
Semua karya ini tak hanya menyuguhkan solusi atas tantangan pendidikan, tapi juga menjadi cermin semangat para pendidik dalam menghadirkan perubahan. Dispendik Jatim menegaskan bahwa ajang seperti EJIES bukan hanya kompetisi, melainkan juga laboratorium ide untuk pendidikan masa depan.
“Karya-karya ini membuktikan bahwa inovasi bisa lahir dari ruang kelas biasa, asal ada kemauan luar biasa,” ungkap salah satu juri kompetisi.
Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas yang tinggi, para inovator ini diharapkan bisa menginspirasi dan memotivasi guru-guru lain di seluruh Jawa Timur. Karena pendidikan yang hebat lahir dari inovasi yang bermakn
Editor : Mohammad Sugianto