BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Fraksi DPRD Bangkalan telah menyampaikan pemandangan umum (PU) terkait Raperda Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 dalam rapat paripurna yang berlangsung Kamis (31/7).
Diperkirakan, pendapatan dan belanja daerah akan mengalami penurunan.
Pendapatan daerah diprediksi menyusut hingga 6,31 persen setelah dilakukan penyesuaian dari sebelumnya Rp 2,6 triliun menjadi Rp 2,4 triliun.
Sementara itu, alokasi belanja daerah pasca perubahan juga menurun sekitar 3,47 persen, dari anggaran awal Rp 2,6 triliun menjadi Rp 2,5 triliun, atau berkurang sebesar Rp 92,4 miliar.
”Semoga hal ini tidak terlalu mengganggu pembangunan yang telah direncanakan, terutama yang berdampak langsung pada masyarakat kecil,” ungkap juru bicara Fraksi Partai Nasdem Moh. Syukur.
Di sisi lain, Bupati Lukman Hakim dan Wakil Bupati Moch. Fauzan Ja’far berhasil meningkatkan target pendapatan asli daerah (PAD) sebesar 10,9 persen, dari target awal Rp 488 miliar menjadi Rp 499 miliar.
”Kami sangat mengapresiasi upaya Pemkab Bangkalan dalam meningkatkan PAD,” tambahnya.
Juru bicara Fraksi Partai Golkar Mohammad Saad Asjari mendorong bupati dan wakil bupati Bangkalan untuk merealisasikan program prioritas secara optimal, termasuk dalam meningkatkan dan merealisasikan target PAD.
”Diharapkan, hal ini tidak mengganggu program yang telah disepakati bersama. Kami berharap pemanfaatan APBD Bangkalan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Di akhir sidang, Wakil Ketua DPRD Bangkalan Efendi meminta agar PU fraksi dijadikan acuan dalam Perubahan APBD 2025.
Agenda selanjutnya adalah nota jawaban bupati yang dijadwalkan pada Senin (4/8).
”Pemandangan umum fraksi harus digunakan sebagai bahan dalam menyusun nota jawaban bupati yang akan disampaikan dalam forum rapat paripurna berikutnya,” pesannya. (lil/bil)
Editor : Ina Herdiyana